Analisis pengembangan organisasi :: Studi kasus di Bapelkes Yogyakarta
MULIAWATI, Dian, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Otonomi membawa perubahan besar pada Bapelkes berdasarkan UU No 22 tahun 1999 dan No 25 tahun 2000. Lingkungan Eksternal dan Internal Bapelkes sangat mempengaruhi terhadap pengembangan organisasinya terutama terhadap ketepatan pemanfaatan. Bapelkes dalam meningkatkan pendapatan anggaran daerah tidak dapat mengoptimalkan pemasaran organisasi karena status kelembagaannya nonprofit. Tingkat pemanfaatan Bapelkes terlihat dari penggunaan SOR dan BOR serta program kegiatan pendidikan dan pelatihan. Bapelkes tinggi pada pemanfaatan sebagai tempat, bukan sebagai pelaksana program pendidikan dan pelatihan Tujuan penelitian:Menganalisis situasi pengembangan organisasi terhadap ketepatan pemanfaatan Bapelkes dengan mengelola lingkungan organisasi dan strategi pemasaran. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif menggunakan rancangan studi kasus. Subyek penelitian adalah stakeholder yang berkepentingan sebagai pengambil kebijakan. Penelitian di Bapelkes Yogyakarta. Pengambilan data dengan cara wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil: Keterlibatan Bapelkes tinggi sebagai tempat. Implementasi strategi pemasaran belum efektif meranggul segmentasi dan minat pasar Bapelkes. Kesimpulan: Bapelkes Yogyakarta harus menyelaraskan lingkungan lembaganya dengan merubah status kelembagaannya menjadi mandiri. Kepala Bapelkes memiliki advocation and coordination dengan dinas kesehatan propinsi dan pemerintah daerah serta meningkatkan produk yang diminati pasar.
Background: Based on Act No. 22/1999 and Act No. 25/2000 autonomy has brought fundamental changes to Bapelkes. Internal and external environment of Bapelkes largely affects organizational development, particularly appropriateness of utilization. Bapelkes cannot optimize its organizational marketing, increase revenues from local budget because of its non profit status. The utilization of Bapelkes is based on Seat Occupancy Rate and Bed Occupancy Rate and educational as well as training activities. Bapelkes is highly utilized as a place. Objective: To analyze the situation of organizational development in the appropriatenes of the utilization of Bapelkes by managing environment of the organization and effective marketing strategies. Method: This was a descriptive study that used a case study design. Subject ere stakeholders concerned with decision making. The location of the study was Bapelkes of Yogyakarta. Data were obtained through indepth interview and focus group discussion. Result: Bapelkes was largely utilized as a place. The implementation of marketing strategy had not effectively covered market segment and target of Bapelkes. Conclusion: Bapelkes of Yogyakarta had to modify its organizational environment by changing the status of its organization to become autonomous. Head of Bapelkes had a advocacy and coordination with provincial health office and local government. Improving product following market.
Kata Kunci : Bapelkes,Utilization,Organization environment and marketing