Laporkan Masalah

Pelaksanaan kebijakan pelayanan kesehatan gratis bagi semua masyarakat di Kabupaten Bangka :: Studi kasus pemanfaatan puskesmas

MUROD, M. Akip, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbelakang: Kabupaten Bagka mengembangkan model pembiayaan kesehatan Bagi masyarakat yaitu pelayanan kesehatan gratis bagi semua masyarakat yang diberinama Jaminan Kesehatan Sepintu Sedulang. Pelayanan yang diberikan meliputi, upaya kesehatan rawat jalan tingkat pertama, rawat jalan tingkat lanjut, rawat inap Puskesmas dan rawat inap Rumah Sakit Kelas III. Sebagi pelaksana yaitu seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah dan Dokter Praktek Swasta yang dikontrak. Dengan adanya program karena sifatnya gratis untuk semua masyarakat yang ada diwilayah Kabupaten Bangka, secara langsung maupun tidak akan meningkatkan utilisasi unit penyelenggara pelayanan. Metode: Penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangka dengan lokasi empat kecamatan dan Bapel, sebagai unit analisis Ka Puskesmas, Dokter Praktek Swasta dan Bapel JKSS. Instrumen penelitian dengan panduan wawancara mendalam. Analisis data dengan membuat transkrif hasil wawancara mendalam, melakukan coding atau kategorial data, melakukan keabsahan data yang diperoleh dengan metode triangulasi, intrpretasi dan mengambil kesimpulan. Hasil Penelitian: 1) Terjadinya peningkatan utilisasi di semua unit pelaksana pelayanan baik Puskesmas maupun Dokter Praktek Swasta. 2) Karakteristik konsumen dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Sepintu Sedulang terdiri dari kelompok miskin dengan kisaran 3% sampai 4%, tingkat pendidikan terbesar terdiri dari SD dan belum tamat SD dengan 36% dan 30%. 3) Ada kecenderungan terjadinya moral hazard oleh tenaga medis dalam meningkatkan utilisasi unit pelayanan. 4) Mekanisme kontrol Bapel belum baik, karena belum ada upaya evaluasi secara menyeluruh terhadap unit pelaksanaan pelayanan. 5) Citra unit pelayanan belum baik, terjadinya peningkatan utilisasi pada unit pelayanaan lebih disebabkan karena masyarakaat ingin memanfaatkan pelayanan gratis. Kesimpulan: Pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis di Kabupaten Bangka dalam pelaksanaanya dapat meningkatkan utilisasi masyarakat terhadap unit pelayanan baik Puskesmas maupun Dokter Praktek Swasta, implikasinya dalam penyerapan anggaran lebih banyak terserap pada Dokter Praktek Swasta.

Background: District of Bangka has developed the health financing model for communities that was free of charge health service for communities named Managed Care Sepintu Sedulang. The given service consisted of first stage of out patient treatment, advance stage of outpatient treatment, inpatient treatment of Primary Health Care and in patient treatment of hospital class III. As the executor was all facilities owned by government and contracted private medical doctor. With the free of charge program, all communities in the area of Bangka municipality were directly or indirectly would not improve the utilization of service implementation unit. Method: This research was a qualitative descriptive method that used a case study design. It was located in the district of Bangka with four locations of sub district and service agent (Bapel) and as the analysis unit was head of Primary Health Care, doctor of private practice and Bapel JKSS. The research instrument was guidance on indepth interview and the data was analysed with transcript of indepth interview result, coding or data categorial, data validity that was obtained with method of triangulation, interpretation and decision making. Result: 1) There was an improvement on the utlization in all service unit in Primary Health Care and private practice doctor, 2) Consumer’s characteristic in the implementation of managed care Sepintu Sedulang that consisted of poor community with average of 3% up to 4%, highest education level was primary school and not graduated from primary school with 36% and 30%, 3) there was a tendency on the occurrence of moral hazard by health care provider in improving service unit utilization, 4) The control mechanism of Bapel was not good as there was an evaluation toward service implementation unit, 5) The image of service unit was not good as there was an improvement on the utilization of service unit that was more caused by community who still want to make use of the free of charge service. Conclusion: The implementation of free of charge health service in the district of Bangka could improve community’s utilization toward service unit in Primary Health Care or private doctor, and the implication was more in budget absorbtion than private practice doctor.

Kata Kunci : Utilisasi,Puskesmas dan Dokter praktek swasta,Utilization , Primary Health Care and Private Practice Doctor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.