Respon masyarakat terhadap rencana pembangunan Kebun Raya Liwa sebagai obyek ekowisata Kabupaten Lampung Barat
NIRMALAWATI, SM. Dwi Tyastuti Andrias, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan LingkunganPenelitian ini mengungkap respon masyarakat terhadap rencana pembangunan Kebun Raya Liwa sebagai obyek ekowisata di Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung. Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan, sikap dan partisipasi serta mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan Kebun Raya Liwa. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode survei dengan kuisioner sebagai alat pengumpulan data pokok serta wawancara yang lebih mendalam. Teknik penentuan sampling yang digunakan adalah Non Probability Sampling secara purposive dikombinasikan dengan quota sampling berdasarkan jenis pekerjaan. Jumlah responden 140 kepala rumah tangga yang terbagi menjadi dua lokasi yaitu Lokasi Pusat sebanyak 35 kepala rumah tangga di Pekon Kubu Perahu dan 105 kepala rumah tangga di Lokasi Sekitar yaitu penduduk Pekon Sebarus, Kelurahan Pasar Liwa dan Kelurahan Way Mengaku. Pembagian lokasi pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan partisipasi penduduk berkaitan dengan dampak yang akan diterima. Teknik analisa yang dilakukan adalah analisa deskriptif, uji anova dan uji statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan karakteristik sosial ekonomi antara lokasi pusat dan sekitar, kecuali mengenai status kepemilikan tempat tinggal dan lahan kebun. Di lokasi pusat, sebagian besar responden menetap dan mengelola kebun di tanah milik negara, sedangkan di lokasi sekitar sebagian besar status kepemilikan lahan berupa milik pribadi dan milik keluarga. Respon masyarakat terhadap rencana pembangunan Kebun Raya Liwa diteliti melalui perilaku masyarakat yaitu (1) Tingkat pengetahuan terhadap rencana pembangunan Kebun Raya Liwa berada dalam kategori sedang sampai tinggi, (2) Sikap terhadap rencana pembangunan secara umum bersikap positif atau menerima dan; (3) Tingkat partisipasi dalam rencana pembangunan Kebun Raya Liwa secara umum termasuk kategori sedang sampai tinggi. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah kondisi sosial ekonomi masyarakat dan ada tidaknya sosialisasi mengenai visi, misi, tujuan dan manfaat dan dampak negatif program pembangunan. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan penduduk di lokasi pusat dengan lokasi sekitar, tingkat pengetahuan penduduk di lokasi pusat lebih tinggi dibanding penduduk sekitar. Sikap dan partisipasi/ tindakan masyarakat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan faktor sosial ekonomi masyarakat.
This research reveals community responds to development planning of Liwa Botanical Garden as tourist destination in Lampung Barat Regency, Lampung Province. More detail, it is aim at evaluating the Knowledge, Attitute and Community Participation. In addition, this paper observes the related factors to knowledge, attitute and community participation in planning stage of Liwa Botanical Garden. Methodology used is survey with questionaire as tool to colect primary data and deep interview. Whilst sampling technigue used in this research is Non Probability Sampling, combination between purposive sampling and quota sampling by type of work. Total of respondent is 140 Head of household devided into two locations, 35 Head of household in central location which is Kubu Perahu Village and 105 Head of househould in surrounding area which is consists of Sebarus village, Pasar Liwa Village and Way Mengaku Village. Discrimination of sampling location is applied to observe the difference between knowlegde, and population respons regarding to the impact. Furthermore, our analyst is consists of descritive analyst, anova test and correlation test. The result indicates that there is no significant difference on social and economic characteristic between centre location and surrounding area observation, except the residence and estate ownership status. The majority of population in central location depend their life on state-owned land by both living and managing their plantation. However, most of population in surrounding area owns their land. To investigate the community responds, it can be done by observing their behavior, namely: (1) the knowlege on development of Liwa Botanical Garden is tend to be medium and higher, (2) community attitute is tend to be in positive (3) community participation on the development planning of Liwa Botanical Garden is incline to be medium and higher. Moreover, factors which influenced the knowlege are social economic situation of community and the availibility of socialization about the vision, mision, aims benefit and negative effect of this development program. In addition, there are significant differences on knowledge between communities in central location and surrounding area observation. The knowledge of population in central location is relatively higher than surrounding area. To sum up, attitute and participation is highly influenced by knowledge and social economic factors of community.
Kata Kunci : Respon,Kebun Raya,Ekowisata,Pengetahuan,Sikap,Partisipasi,Responds,Batanical Garden,Ecotourism,Knowledge,Attitute,Participation