Laporkan Masalah

Paparan radioaktivitas alam gamma dan perkiraan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia di lereng Gunungapi Merapi :: Kasus Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

ARDIANTO, Erfan Taufik, Prof. Dr. Sutikno, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian tentang radioaktivitas alam gamma dan perkiraan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia telah dilakukan di lereng Gunungapi Merapi yang berada di Wilayah Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman Provinsi D. I. Yogyakarta. Lereng Gunungapi Merapi merupakan wilayah memiliki banyak fungsi dan peruntukan, baik sebagai daerah tangkapan air hujan (recharge area) dan hutan lindung juga menjadi daerah permukiman serta wisata vulkan. Analisis radioaktivitas dilakukan terhadap sampel batuan vulkanik yang berada di permukaan tanah dengan menggunakan metode spektrometri gamma. Paparan radiasi gamma diukur dengan menggunakan spektrometer gamma dan diidentifikasi radionuklida yang ada berdasarkan karakteristik energinya. Selanjutnya dilakukan perhitungan dosis efektif (DE) radiasi gamma serta pola sebarannya di lereng Gunungapi Merapi. Indikasi terjadinya pengaruh radioaktivitas alam gamma terhadap kesehatan manusia berdasarkan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas gamma di lereng Gunungapi Merapi yaitu, pada lereng atas; 188,567, 251,306 dan 279,969 Bq/kg, pada lereng tengah; 284,141, 309,669 dan 304,563 Bq/kg, sedangkan pada lereng bawah; 257,791, 254,553, dan 293,583 Bq/kg. Berdasarkan karakteristik energinya dapat diidentifikasi terdapat enam radionuklida alam yang terdapat pada tiap cuplikan yaitu; K-40, Pb-212, Pb-214, Ra-226, Tl-208, dan Bi-214. Dengan demikian menunjukkan bahwa di Desa Hargobinangun yang berada di lereng Gunungapi Merapi belum terkontaminasi oleh radionuklida buatan hasil aktivasi maupun hasil produk fisi. Hasil perhitungan dosis di atas permukaan tanah menunjukkan bahwa dosis efektif (DE) radiasi gamma, lereng atas 0,110, 0,146, dan 0,163 mSv/tahun, lereng tengah 0,165, 0,180, dan 0,177 mSv/tahun, lereng bawah 0,150, 0,148, dan 0,171 mSv/tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dosis efektif (DE) masih berada di bawah nilai ambang batas yang diestimasikan oleh United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) yaitu 0,3-0,6 mSv/tahun. Berdasarkan studi pustaka menunjukkan bahwa dosis efektif (DE) tersebut tidak menimbulkan efek stokastik dan deterministik, sehingga radioaktivitas gamma di Desa Hargobinangun yang berada di lereng Gunungapi Merapi tidak berbahaya terhadap kesehatan manusia.

Research on gamma natural radioactivity exposure and its influence prediction in relation to human health in Merapi volcanic slope has done in Hargobinangun Village, Pakem District, Sleman Regency, Yogyakarta Special Province. The Merapi volcanic slope has many function such as recharge area, forest, rural settlement and tourism area. Radioactivity exposure analysis has been done in the volcanic rocks samples of the land surface using gamma spectrometry method. Radiation exposure is measured using gamma spectrometry and radionuclide occurance is identified based on the energy characteristic. Next step is calculation of effective dose (DE) and its distribution pattern in the Merapi volcanic slope. The gamma natural radioactivity influence to human health has indicated from literature study. The result shows that gamma activity of the Merapi volcanic slope: in upper slope; 188.567, 251.306 and 279.969 Bq/kg, in middle slope; 284.141, 309.669 and 304.563 Bq/kg, in lower slope; 257.791, 254.553, and 293.583 Bq/kg. Based on the energy characteristic, there are six natural radionuclides in the volcanic rock samples which are; K-40, Pb-212, Pb-214, Ra-226, Tl-208, and Bi-214. Its showed that Hargobinangun village area of the Merapi volcanic slope hasn’t contaminated yet by activation product and fission product. The result of effective dose (DE) above of land surface measurement shows in upper slope 0.110, 0.146, and 0.163 mSv/y, middle slope 0.165, 0.180, dan 0.177 mSv/y, lower slope 0.150, 0.148, dan 0.171 mSv/y. It’s shows that effective dose (DE) is in below of the threshold value of United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) estimation 0.3-0.6 mSv/y. The literature study shows that effective dose (DE) is no stochastic and deterministic effects, that gamma natural radioactivity of the Merapi volcanic slope has no influence to the human health.

Kata Kunci : Aktivitas gamma,Dosis,Lereng Gunungapi Merapi,Desa Hargobinangun, gamma radioactivity, effective dose (DE), Merapi volcanic slope, Hargobinangun Village


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.