Laporkan Masalah

Persepsi penduduk pedukuhan tentang dampak keberadaan perumahan yang dibangun pengembang terhadap lingkungan di Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Provinsi DIY

LENYANTI, Lutfi, Prof. Dr. Hadi Sabari Yunus, M.A., Drs

2009 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Propinsi DIY. Wilayah ini termasuk wilayah peri-urban Yogyakarta bagian utara yang termasuk menjadi sasaran pembangunan perumahan. Munculnya perumahan di wilayah pinggiran kota telah membentuk komunitas dan kehidupan baru di wilayah tersebut yang menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar. Dampak yang dirasakan penduduk dapat digali melalui kajian persepsi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi karakteristik sosial-ekonomi penduduk pedukuhan sekitar perumahan yang dibangun pengembang di daerah penelitian; 2) mengkomparasikan persepsi penduduk pedukuhan tentang dampak keberadaan perumahan yang dibangun pengembang terhadap lingkungan berdasarkan situs perumahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan spasial dan ekologi yang termasuk dalam pendekatan geografi. Keterkaitan antar obyek dalam penelitian ini diketahui dengan metode penelitian survei dengan penyebaran kuesioner. Keterkaitan data dengan populasi dilakukan dengan metode sampling. Data-data dikumpulkan dengan penelitian sampling, yaitu dengan metode purposive-cluster sampling yang dimodifikasi dengan penentuan jumlah sampel yang proporsional. Analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan teknik skoring dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan karakteristik penduduk pedukuhan dan perumahan dalam hal pekerjaan dan lokasi pekerjaan, lama pendidikan, pendapatan. Karakteristik perumahan dari tipologi yang dibuat yaitu berdasarkan tipe kelas (dominan kelas menengah), jumlah skala unit rumah (dominan sedang), situsnya (dominan situs memisah), jenis pembatas akses keluar masuk (dominan perumahan dengan portal tanpa adanya penjaga) dan jumlah pintu akses masuk (dominan hanya ada satu akses keluar masuk). Persepsi dominan penduduk pedukuhan tentang dampak keberadaan perumahan yang bersifat negatif hanya terjadi pada aspek lingkungan sosial-kemasyarakatan. Persepsi dominan (di atas 80 %) dampak netral lebih banyak terjadi pada aspek lingkungan sosial-budaya, sosial-ekonomi, biofisik dan persepsi total. Keberadaan perumahan dianggap belum memberikan dampak apapun bagi lingkungan pedukuhan. Persepsi netral muncul karena penduduk pedukuhan menganggap bahwa perumahan memiliki kehidupan sendiri yang tidak ada campur tangan dengan kehidupan pribadi penduduk pedukuhan. Hal ini menunjukkan adanya masyarakat yang bersikap cenderung apatis terhadap lingkungannya. Dalam penelitian ini, umumnya tidak terdapat perbedaan persepsi antara penduduk di situs menyatu, melekat ataupun memisah.

This research has been done in Ngaglik District, Sleman Regency, Yogakarta Special Province. This district is peri-urban area located in northern part of Yogyakarta which known as a target area of housing development. Housing growth at peri-urban area create a new place for new community and new life style which has environmental impact, especially to the original community or villager who live nearby the housing complex. The impact can be deeply understood by knowing the villager perception. The aims of this research are to 1) identify social-economic characteristic of villagers who live nearby the housing complex in research location; 2) find out villager perception about the existence of housing built by developer towards its impact to environment in research location. This research was conducted by using spatial and ecological approach. This research used survey as a research method to make a better understanding about relationship among the object of research. The questioner used as a tool to gathering data. Relationship between data and population has been done by using sampling method. Purposive-cluster sampling with modification on number of proportional sampling, utilized to gathering data. This research was done both in quantitative (by scoring) and qualitative analysis. The result of this research shows that the villagers and the people who live in housing complex are different in many ways such as: what or where they work, the educational level and their income. Housing characteristic divided into class type (dominant in middle class type), number of unit of housing scale (dominant in middle scale type), site ( dominant in separated type), type of border (dominant portal with no security), and number of access into the complex (dominant single access gate). Villager perception about the housing development is negative, dominant (above 80%) only in community-social aspect. In social-cultural, socialeconomic and biophysics, villager perception shows that the impact of housing built by developer nearby their house is neutral. Thus, for total perception from villager, researcher conclude that the existence of housing built by developer have no impact yet to villagers environment. It shows community’s apatism symptom to their environment. Generally, there are not different perception between villager who lived in united, adhered, and separated housing site.

Kata Kunci : Persepsi,Perumahan,Dampak lingkungan sosial dan biofisik,perception, housing, social and biophysics environmental impact


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.