Peranan kelompok lansia terhadap kesejahteraan sosial lansia
MULIA, Muhammad, Dr. Partini
2009 | Tesis | S2 Magister Studi KebijakanPerubahan struktur demografi di kota Yogyakarta ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah lansia. Kondisi ini membawa dampak pada masalah kesejahteraan sosial lansia, sehingga mendorong pemerintah kota Yogyakarta untuk membuat kebijakan sosial, salah satunya dengan membentuk kelompok lansia di tingkat RW. Dalam konteks ini, maka idealnya kebijakan ini memiliki peranan terhadap kesejahteraan sosial lansia. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan kelompok lansia sebagai produk kebijakan terhadap kesejahteraan sosial lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei tentang penyelenggaraan kegiatan kelompok yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial lansia. Selanjutnya dilakukan konfirmasi kepada lansia yang aktif tentang persepsi mereka terhadap kesejahteraan sosial lansia dan kesesuaian antara bentuk kegiatan kelompok lansia dengan kebutuhan lansia. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah teknik wawancara terstruktur, wawancara mendalam, observasi non partisipasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir ada tujuh bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok lansia, yakni kegiatan Posyandu lansia, kegiatan olah raga, kegiatan psikologis, kegiatan kerohanian, kegiatan sosial, kegiatan penyuluhan kesehatan, dan kegiatan penyuluhan ekonomi. Bentuk-bentuk kegiatan ini menjadi mekanisme kelompok dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lansia, seperti kebutuhan fisik, kebutuhan psikologis, kebutuhan spiritual, kebutuhan sosial, dan kebutuhan ekonomi. Dengan demikian secara kuantitatif bahwa semakin banyak mekanisme yang dilaksanakan oleh sebuah kelompok, maka semakin berpeluang anggota kelompok (lansia) tersebut menjadi sejahtera karena kebutuhan-kebutuhannya dapat terpenuhi. Namun sebagian besar kelompok lansia hanya mampu melaksanakan 3 bentuk kegiatan saja, sehingga kelompok lansia memiliki sedikit pengaruhnya terhadap kesejahteraan sosial lansia karena tidak semua kebutuhan-kebutuhan lansia dapat terpenuhi. Hal ini juga terbukti berdasarkan indikator evaluasi dalam bidang kesehatan yang menunjukkan bahwa semua kelompok lansia yang diteliti masuk dalam strata pratama, yakni strata yang paling rendah tingkatannya. Ini artinya bahwa tingkat keberhasilan dari kebijakan pembentukan kelompok lansia ini relatif masih rendah. Namun secara kualitatif bahwa bentuk-bentuk kegiatan kelompok lansia ini relatif memiliki kesesuaian dengan kebutuhan lansia. Hal ini terbukti dengan terpenuhinya kebutuhan partisipasi lansia (indikator partisipasi), yakni kebutuhan dukungan sosial dan kebutuhan pemeliharaan kesehatan (fisik dan mental). Pemenuhan indikator partisipasi ini menunjukkan bahwa kelompok lansia memiliki peranan terhadap kesejahteraan sosial lansia, yakni sebagai wadah dukungan sosial dan sebagai wadah pelayanan kesehatan
In City Of Yogyakarta, demographic structural change is marked with an increase of elderly population. This condition leads to social welfare problem for the elderly and forces City of Yogyakarta Government to develop social policy to create elderly group in hamlet level. In this context, the policy should play significant role in increasing elderly people’s social welfare. In response to that expectation, this study’s objective is finding out the role of the elderly group as product of a policy toward elderly social welfare. The method of research is survey on elderly groups’ activities, followed by collecting confirmation from active elderly people about their perception on their social welfare and compatibility between type of elderly activities and their actual needs. For data collection, this study applies structured-interview technique, in-depth interview, non-participatory observation and documentation study. This study finds that in the last one year, there are 7 activities held by elderly group, there are : health service (Posyandu for the elderly), sport activity, psychology activity, religious activity, social activity, health, health counseling, and economic counseling. These activities have become group mechanism to fulfill elderly people needs like: physical, psychology, spiritual, social and economic need. Therefore, in quantitative term the more mechanisms conducted by an elderly group the more possibility their needs is fulfilled. However, most elderly group are only able to conduct 3 activities, which give little effect to their social welfare as not all of their needs are fulfilled. Health-evaluation indicator supported this fact, it shows that all elderly groups in this study fall into pratama level which is the lowest level. This means elderly-group policy is relatively unsuccessful. However, in qualitative term elderly people activities relatively compatible with their needs, as shown in fulfillment of their participatory needs namely social-support need and health-care need. Fulfillment of participatory indicator shows that elderly group benefit elderly social welfare. In this respect an elderly group is a provider of social support and health-care service.
Kata Kunci : Lansia,Kelompok lansia,Kesejahteraan sosial lansia,Elderly, Elderly Group, Elderly Social Welfare