Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap dan pertanggungjawabannya secara hukum di RSUD Kabupaten Karimun

ADRINA, Frista, Prof. Dr. drg. Sudibyo, SU.,Sp. Perio (K)

2009 | Tesis | S2 Magister Hukum Kesehatan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun adalah Rumah Sakit kelas C milik pemerintah Kabupaten Karimun. Sebagai unit pelayanan kesehatan RSUD Kabupaten Karimun dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pada semua bidang pelayanan yang ada termasuk pelayanan rekam medis, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian rekam medis dan kelemahan dalam pembuatan rekam medis misalnya tidak lengkap pengisiannya apabila ada pasien yang tidak puas dapat berakibat terjadinya tuntutan hukum. RSUD Kabupaten Karimun termasuk rumah sakit yang dianggap cukup memadai, untuk itu apabila sering ditemui berkas rekam medis tidak dapat ditemukan pada saat diperlukan dan berkas rekam medis yang tidak lengkap pengisiannya hal ini menjadi rawan bila ada pasien yang tidak puas dan melakukan tuntutan hukum terhadap dokter rumah sakit, karena lemah dalam penyiapan bukti. Tujuannya untuk menilai kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap dan pertanggungjawabannya secara hukum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional Survey dan jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif, dengan menelaah kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap serta mengetahui pendapat para dokter, perawat dan petugas rekam medis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap dan pertanggungjawabannya secara hukum. Hasilnya di RSUD Kabupaten Karimun menunjukkan bahwa masih banyak rekam medis rawat inap yang belum terisi secara lengkap, berdasarkan kelas perawatan rata-rata yang terisi lengkap baru 28,6%. Pelaksanaan pengisian rekam medis rawat inap ini juga belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor antara lain, yaitu : kurang waktu, malas dan belum pernah dituntut atau terkena kasus, kurangnya kesadaran dari petugas, tenaga medis yang kurang, rekam medis yang berlaku kurang efisien, serta petugas rekam medis belum melakukan review dan belum memberikan umpan balik. Dalam penelitian ini pengisian rekam medis rawat inap di RSUD Kabupaten Karimun yang terisi lengkap 28,6%, untuk rekam medis yang belum lengkap pengisiannya jika ada pasien yang menuntut maka pihak dokter maupun rumah sakit dalam posisi yang lemah secara hukum, sehingga untuk memperbaikinya diperlukan upaya secara sinergi meliputi pelatihan rekam medis, pemberitahuan (himbauan), ditindaklanjuti dengan umpan balik secara berkala, pemberian reward dan punishment, perbaikan sistem rekam medis, mengaktifkan kembali peran komite rekam medis serta melakukan audit medis.

General Hospital Regency Karimun is C-Class hospital owned by Regency Karimun. As a health service unit, General Hospital Regency Karimun was demanded to improve quality of factors that influencing on completeness of registering medical record and weakness in making medical record, in example incomplete registration if there was unsatisfied patient, it could bring legal claim event. General Hospital Regency Karimun included hospital that supposed to have a feasibility. Therefore, if it was found that there was incomplete registration and medical record could be found when needed, it would be resistant if there was unsatisfied patient and do legal claim on hospital’s doctor. Because it was weak to prove the evidence. The objective of the research was to examine completeness of registering medical record in the hospitalizing patient and to identify factors that influencing completeness of registering medical record in the hospitalizing patient and the legal responsibility. Research design used was cross-sectional survey and research kind was descriptive using quantitative data and qualitative data, by studying completeness of registering medical record in the hospitalizing patient and to know doctor, nurse and medical record officer’s argument concerning factors that influencing completeness of registering medical record in the hospitalizing patient and the legal responsibility. Result of the research in General Hospital Regency Karimun concluded that there were still many incomplete hospitalizing medical record based on estimation of average complete treatment class of 28.6%. Implementation of registering medical record in the hospitalizing patient has not optimally been conducted yet. It was due to some factors including; less time, lazy and never claimed or having case, lack of awareness in officer, scarce medical officer, inefficient medical record and officer has not done a review and has not given a feedback. In this research, registering medical record in the hospitalizing patient at General Hospital Regency Karimun was about 28.6% in complete. If there was patient to claim, then both doctor or hospital’s management were weak in legal position, so that it was required some synergic efforts to improve them, including medical record training, notice, follow-up with regular feedback, giving reward and punishment, medical record system improvement, reactivation of medical record committee and do medical audit.

Kata Kunci : Rumah sakit,Rekam medis,Kelengkapan pengisian,Faktor,faktor yang mempengaruhi,Alat bukti hukum,hospital, medical record, completeness of registration, factors that influencing, legal evidence


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.