Implementasi community development di Pertamina UP VI Balongan Indramayu
RIDWANULLAH, Ade Iwan, Dr. Anna Marie Wattie
2009 | Tesis | S2 Magister Studi KebijakanImplementasi community development sebagai bagian dari bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan oleh Pertamina UP VI Balongan sebagai entitas bisnis dengan tujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan pemerliharaan lingkungan hidup. Ciri khas community development di Pertamina UP VI Balongan menekankan pada kegiatan pengembangan masyarakat pada sektor pertanian yang didasarkan pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indramayu yang sebagaian besar bertumpu pada sektor pertanian. Melalui community development, diharapkan kondisi masyarakat Indramayu menjadi lebih baik, mandiri dan sejahtera. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif sebagai suatu bentuk penelitian dengan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi community development di Pertamina UP VI Balongan yang memfokuskan pada masyarakat Indramayu yang menjadi mitra binaan perusahaan. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi community development. Dari penelitian ini ditemukan adanya implemetasi community development meliputi peminjaman lahan pertanian sebesar 140 ha dapat meningkatkan kesejahteraan petani tetapi pembagiannya terkadang bermasalah. Pembinaan manajemen dan usaha pertanian dapat memberikan kontribusi bagi petani dalam menumbuhkan semangat berwirausaha dan mental pembisnis meskipun mindset masyarakat cukup sulit untuk berkembang. Pelatihan budi daya pertanian memberikan manfaat bagi petani dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian seperti: jenis padi SRI, pupuk bokas, pestisida organik yang bermanfaat dan ramah terhadap lingkungan tetapi masyarakat masih kelihatan enggan untuk menggunakan produk tersebut. Pemasaran hasil pertanian dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan sistem resi gudang dan perluasan jejaring pemasaran berupa kegiatan lelang dan pameran yang mengikutsertakan mitra binaan meskipun terbatas jumlahnya. Faktor yang mempengaruhi implementasi terdiri dari (1) sumber daya yang meliputi SDM, anggaran dan sarana yang sudah cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan lagi. (2) komunikasi dengan unsur sosialisasi yang sudah berjalan baik dan koordinasi internal perusahaan yang sedikit mengalami gangguan karena adanya kepentingan tertentu. (3) struktur organisasi diawal tahun 2008 mengalami sedikit gangguan akibat perubahan struktur organisasi pelaksana PKBL sebagai pelaksana kegiatan. Untuk menghasilkan implementasi community development yang lebih baik, diperlukan usaha untuk menerapkan struktur organisasi secara baik dengan menempatkan kemampuan manajerial dan pegawai yang handal, tersedianya anggaran, sehingga dapat meningkatkan implementasi kearah yang lebih baik dan efektif.
The implementation of community development by Pertamina UP VI Balongan is not only considered as a business entity but also as a means for improving the quality of life of society and the quality of environment. Community development is characterized by its activity in empowering society that mostly based on social economic condition. Through this program, it is hoped that there is improvement in the society condition. The research utilizes descriptive qualitative method as a procedure to resolve problems of the research. The research itself is aimed at describing the implementation of community development in Pertamina UP VI Balongan. The focus of the research is Indramayu society as the establishing partner. The research is also aimed at investigating and understanding the factors that influence the implementation of community development. The research reveals that community development implemented through lending 140 hectares area for farming has increased the farmers‟ economic life, eventhough the program has faced problem in the division of the land. The training on management and entrepreneurship give significant contribution to the farmers since the programs encourage the the entrepreneurship spirit of the farmers eventhough it is hard to change and develop the mindset of the society. Training of farming skill also contributes to the development of farmer knowledge and specific farming skill such as knowlede on type of SRI rice, fertilizer, and organic pesticides, eventhough there are some farmers who refuse to use those products. The marketing system of the farming product also has increased the economic life of the farmers by utilizing resi storehouse system and developing market network such as exhibitions and auction. Several factors that influence the implementation are (1) resources that consist of human resource, financial, and infrastructure that are good, yet, they still need to be improved, (2) communication that consists of well organized socialization and imperfect coordination that results from different interests, (3) imperfect organization structure at the beginning of 2008 as there was a change in organization structure of PKBL implementor. In order to get a better community development implementation, there are several efforts that can be performed such as utilizing a well organized organization structure by developing managerial skills and employing competent staff, and, finally, budgeting adequate finance for the program. Those are needed to gain efective and successful implementation of community development program
Kata Kunci : CSR, Community development, Pertanian, farming.