Laporkan Masalah

Tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat lokal terhadap bencana tanah longsor di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo

SARE, Maria Yasinta Wonga, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Geo-Information for Spatial Planning and Risk M

Tujuan penelitian ini adalah (1). Menentukan dan menganalisis pola spasial tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, (2). Menentukan dan mengidentifikasi elemen risiko (penduduk, pemukiman, jalan) berdasarkan zona kerawanan bencana tanah longsor, (3). Menentukan tingkat kerentanan dari elemen risiko (penduduk, pemukiman, jalan) berdasarkan zona kerawanan terhadap bencana tanah longsor dan (4). Menilai kapasitas masyarakat dalam hal ini menilai persepsi (pengetahuan) dan respon masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel acak berstrata (stratified random sampling). Metode pengambilan sampel responden dilakukan berdasarkan zona kerawanan tanah longsor (rendah, sedang, tinggi) di lokasi penelitian. Jumlah responden dalam penelitian ini 90, yang dibagi menjadi 30 responden setiap zona kerawanan tanah longsor. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola spasial tingkat kerawanan tanah longsor tersebar pada lima desa di Kecamatan Kokap. Tingkat kerawanan tanah longsor tinggi di Desa Hargowilis (50,06%) dan Hargotirto (59,48%), tingkat kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Desa Kalirejo (97,22%), Hargorejo (76,34%), Hargomulyo (74,37%), Hargotirto (40,52%) dan Hargowilis (36,91). Tingkat kerawanan tanah longsor rendah di Desa Hargorejo (16,85%) dan Hargomulyo (25,63%). Tingkat kerentanan elemen risiko (penduduk, pemukiman dan jalan) terhadap tanah longsor di Kecamatan Kokap terbagi menjadi tingkat kerentanan rendah, sedang dan tinggi. Tingkat persepsi masyarakat tiap desa di Kecamatan Kokap terbagi menjadi tingkat persepsi sedang dan tingkat persepsi tinggi terhadap tanah longsor. Tingkat persepsi penduduk yang tergolong sedang di Desa Hargomulyo (56,35%), tingkat persepsi penduduk yang tergolong tinggi meliputi 4 (empat) desa yaitu Desa Hargorejo (67,86%), Desa Hargowilis (60 %), Desa Kalirejo (66,67 %) dan Desa Hargotirto (57,5 %). Tingkat kapasitas penduduk yang tergolong tinggi meliputi 3 (tiga) desa yaitu Desa Hargowilis (73,34 %), Desa Kalirejo (55,56 %) dan Desa Hargotirto (57,5 %), tingkat kapasitas penduduk yang tergolong sedang meliputi 2 (dua) desa yaitu Desa Hargomulyo (78,57 %) dan Desa Hargorejo (71,43 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat persepsi dan kapasitas masyarakat di Kecamatan Kokap mempunyai hubungan dengan tingkat kerawanan tanah longsor. Secara umum tingkat persepsi masyarakat terhadap tanah longsor tergolong tinggi. Tingkat kapasitas masyarakat di Kecamatan Kokap dikategorikan sedang dan tinggi dalam menghadapi bencana tanah longsor. Masyarakat pada zona kerawanan sedang mempunyai kapasitas sedang dan masyarakat pada zona kerawanan tinggi mempunyai kapasitas tinggi menghadapi tanah longsor.

The aims of this research were to (1) determine and analize spatial pattern of landslide susceptibility in Kokap Subdistrict Kulon Progo Regency, (2) determine and identify element at risk (people, settlement, road) based on the level of landslide susceptibility, (3) determine level of vulnerability of element at risk (people, settlement, road) based on susceptibility zone toward landslide disaster, (4) evaluate perception and capacity of local people to cope with landslide disaster. Research method in this research was survey method used stratified random sampling. The method of sampling based on zone of landslide susceptibility (low, moderate, high). Total respondent in this research 90, which divided into 30 respondent each zone of landslide susceptibility. Result of this research indicates that the spatial pattern of landslide susceptibility spreads in five villages in Kokap Subdistrict. The high landslide susceptibility in Hargowilis village (50,06%) and Hargotirto village (59,48%). The moderate landslide susceptibility spreads in Kalirejo village (97,22%), Hargorejo village (76,34%), Hargomulyo village (74,37%), Hargotirto village (40,52%) and Hargowilis village (36,91%). The low landslide susceptibility in Hargorejo village (16,85%) and Hargomulyo village (25,63%). Level of vulnerability of element at risk (people, settlement, road) in Kokap Subdistrict divided into 3 (three) level that is low, moderate and high level. Level of people perception each village in Kokap Subdistrict divided into moderate level and high. Moderate perception in Hargomulyo village (56,35%), high perception in 4 (four) villages that is Hargorejo village (67,86%), Hargowilis village (60%), Kalirejo village (66,67%) and Hargotirto village (57,5%). The level of local people capacity with high capacity in 3 (three) villages that is Hargowilis village (73,34%), Kalirejo village (55,56%) and Hargotirto village (57,5%). The level of local people capacity with moderate capacity in 2 (two) villages that is Hargomulyo village (78,57%) and Hargorejo village (71,43%). Conclusion of this research, there was relation between level of perception and local people capacity with the level of susceptibility landslide. Generally, level of perception toward landslide in Kokap Subdistrict was high perception. The level of people capacity in Kokap Subdistrict can be divided into moderate and high capacity. People who live in moderate susceptibility zone have moderate capacity, while people in high susceptibility zone have high capacity toward landslide disaster.

Kata Kunci : Tingkat kerentanan,Persepsi,Kapasitas,Bencana,Tanah longsor,level of vulnerability, perception, capacity, disaster, landslide


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.