Laporkan Masalah

Pemahaman nilai bela negara dan implikasinya terhadap peningkatan ketahanan wilayah :: Studi tentang masyarakat Kota Solo, Jawa Tengah

ALI, Muhammad Nur, Drs. Armaidy Armawi, M.Si

2009 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan verifikasi dan kajian ulang terhadap hasil penelitian Lembaga Ketahanan Nasional RI tahun 2007, maka penelitian ini dilaksanakan di kota Solo, propinsi Jawa tengah. Adapun pemilihan lokasi ini berdasarkan pertimbangan : Pertama, Kota Solo merupakan kota yang unik, karena didalam ketenangan, kehalusan dan keramah tamahan masyarakat Jawa, ternyata menyimpan kekuatan konflik yang besar. Kedua, berdasarkan pengamatan peneliti, masyarakat kota Solo memiliki kemajemukan yang multi dimensional. Keadaan masyarakat dalam era global, cenderung akan menimbulkan persoalan-persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik. Oleh karena itu dengan adanya penelitian semacam ini akan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang berkenaan dengan pemahaman nilai bela negara dan implikasinya pada masyarakat terhadap peningkatan ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatip, maka teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sample yang termasuk jenis non-probabilitas, dalam penelitian ini peneliti telah menentukan sampel sebanyak 30 warga masyarakat Solo, baik warga masyarakat akar rumput, warga masyarakat yang berstatus sebagai pegawai, mahasiswa dan karyawan sampai pejabat di berbagai instansi yang terkait. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Solo tentang nilai bela negara masih relatif kecil, sebagian saja dari masyarakat ada yang mengetahui bela nagara, namun sebagian besar masyarakat pada tataran tertentu masih belum paham betul mengenai bela negara, baik dari maknanya maupun implementasinya. Masyarakat Solo dalam menyingkapi pengaruh budaya asing menyatakan menerima hal-hal yang bermanfaat alasan untuk kepentingan kemajuan bagi masyarakat Solo. Kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman, masyarakat Solo memahaminya secara terbatas, memahami bahwa ancaman hanyalah merupakan tugas dari pemerintah daerah Solo. Untuk kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara dapat dikatakan cukup baik, namun masyarakat kota Solo lebih suka apabila dirinya bukan sebagai pejuang bangsa, walaupun secara realitas telah berjuang demi kemajuan kota Solo Implikasi pemahaman bela negara terhadap peningkatan ketahanan wilayah berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kurangnya pemahaman bela negara akan berdampak pada rasa kekeluargaan, kegotong-royongan dan kebersamaan makin luntur, yang berakibat pada makin menguatnya individualistis dan konsumerisme masyarakat, toleransi beragama kurang dapat diamalkan, sehingga sentimen antar umat beragama cukup tinggi, dan berimbas kepada lemahnya persatuan dan kesatuan serta lemahnya ketahanan wilayah. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa pemahaman nilai bela negara perlu disosialisikan terus menerus kepada masyarakat kota Solo agar tidak menurunnya nilai bela negara bagi kehidupan bermasyarakat di Solo.

This study aims to conduct the verification and reassessment on the National Resilience Institute study result in 2007, so that it is conducted in Solo, central Java province. The location is chosen base on some considerations as follows: First, Solo is a unique city lies in the middle of calmness, softness, and Javanese hospitality, apparently hides the big conflict resources. Second, base on the researcher study the Solo society has a multi dimensional compound. The kind of people condition in the middle of global era tends to raise some conflict, which become a potency to emerge conflict. That is why through this kind of study could identify the problems which relate to the understanding of state defend value and its implication on the society toward the increase of regional recilient. This study uses qualitative method so that, the technical taking sampling is purposive sample include the sort of non-probability, on this study the researcher has already defined some thirty samples from the society whether they come from the grass root, civil servants, student, employers, until the officers at various kind of connected institutions. The result of this study indicates that the understanding of state defend value on the society relatively small, only some part of the people know, but some big part of the society in the certain level still not understanding yet about the state defend not only from its meaning but also the implementation. The Solo people have a certain attitude on the foreign culture influence and accept the advantage things for the sake of Solo society progress. The awareness and alertness level of Solo people is still limited; their understanding against to the threat is merely the task from the Solo government. The level of willingness to sacrifice to state and nation is quietly good, but they are happy if not mentioned as nation hero nevertheless in reality they have already struggled for the sake of Solo city progress. The implication of the state defend understanding toward the increase of regional resilience base on the study result indicates that the lack of state defend value understanding impact on sense of the family, mutual cooperation and togetherness become faded. The individualistic and consumerism on the society become stronger, tolerance in religion cannot be practiced so that the religious followers sentiment become higher and all will be impact on the decrease of unity and unitary as well as regional resilience. The result of study is obviously seen that the state defend value understanding need to be socialized continuously to the society in Solo in order to maintain the state defend value for social life in Solo.

Kata Kunci : Pemahaman nilai bela negara dan ketahanan wilayah,The state defend value understanding and regional recilient


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.