Evaluasi program pemberdayaan masyarakat miskin dalam mendukung ketahanan wilayah :: Studi kasus di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tanggerang
SILAEN, Duma, Prof. Drs. Kasto, MA
2009 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalDalam rangka penanggulangan kemiskinan, pemerintah telah melaksanakan beberapa program. Salah satu program penanggulangan kerniskinan masyarakat miskin khususnya di perkotaan adalah Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK), salah satu diantaranya di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren Kabupaten Tangerang yang menjadi lokasi penelitian. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah (1). Mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat miskin dan (2) Mengevaluasi Program pemberdayaan masyarakat seperti apa yang cocok untuk daerah dengan kondisi penduduk miskin dalam rangka mendukung ketahanan wilayah. Penelitin ini pada dasarnya menggunakan metode survey dengan mengamati kasus Masyarakat miskin dengan jumlah kasus yang diambil sebanyak 10 keluarga. Pengumpulan data Primer dilaksanakan dengan wawancara Pedoman wawancara terlampir dan pengumpulan data sekunder, analisis data dilakukan secara kwantitatif dan kualitatif (metode AHP). Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut : Faktor Partispasi Aktif Masyarakat (PAM) menjadi prioritas utama para stakeholder program pemberdayaan masyarakat dengan bobot sebesar 41 persen, kemudian Ketepatan Sasaran Bantuan (KSB) menjadi prioritas kedua dengan bobot sebesar 23.4 persen selanjutnya faktor pelaksanaan Program dilapangan terkoordinasi dengan baik (PPTB) dengan bobot prioritas sebesar 16.3 persen, berikutnya factor Ketelibatan LSM mendapat bobot sebesar 9.4 persen dan terakhir factor Fasiltator Pendamping yang berkualitas mendapat bobot prioritas sebesar 10 persen. Dengan tingkat konsistensi sebesar 7 persen maka penilaian atas pembobotan tersebut dianggap konsisten. Keinginan stakeholder pada program pemberdayaan masyarakat menujukkan bahwa fokus pembangunan wilayah kumuh menjadi prioritas pertama dengan bobot sebesar 47.4 persen, kemudian fokus pada simpan pinjam dana bergulir menjadi prioritas kedua dengan bobot 30.5 persen dan fokus pada penciptaan usaha kecil menjadi prioritas terakhir dengan bobot sebesar 22 persen. ( Pilihan program pemberdayaan ini sesuai atau cocok dalam rangka mendukung ketahanan wilayah). Program pemberdayaan masayarakat miskin dapat dilanjutkan untuk Pengentasan Kemiskinan di Kelurahanan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tanggerang dengan lebih mengutamakan peran pemerintah daerah serta peran aktif masyarakat dalam mensukseskan program tersebut sehingga dampak program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketepatan sasaran bantuan menjadi prioritas dengan melibatkan peran serta LSM sehingga ada pengawasan melekat pada pelaksanaan program tersebut dapat berjalan secara obyektif.
In order to handle poverty, government has performed severally program. One of handle beggary, program indigent society in particular at urban is Sub-District Society Empowerment Program (PPMK), one of among the Pondok Pucung subdistrict, the Pondok Aren district Tangerang that becomes the research location. There are some goals in the research that is (1 ) the influenced factors for performing to Poor Society Empowerment Program and (2 ) Society Empowerment Programs as what that convenient for sub district with condition of indigent resident in order to back up region resilience Basically the research utilize survey's method by observation the Poor Society case with the representative that is taken about 10 (ten) families. Executed Primary data collecting with enclosed interview guidance interview and secondary data collecting, data was done by quantitative and qualitative (AHP'S method). The result of observation that as follows: Society Active Participation Factors (PAM) as main priority stakeholder programs society empowerment with about 41 percents, then Loan Target Accuracy (KSB) as second priority with about 23.4 percents, then the factors of performing Program at field most coordination with every consideration (PPTB) with about 16.3 percents, the involved factors – Non Government Organisation (NGO) about 9.4 percents and the last factor – the qualified accompanion facilitator associate get priority about 10 percents. With consistency level about 7 percents therefore estimations on consistence looks on stressing. The stakeholder's wish on programs showed the society empowerment that focus the slum region or sub district development to become first priority with about 47.4 percents, then the second priority is saving and lending fund to get moving about 30.5 percents and focus on small enterprise creation becomes to last priority about 22 percents. ( The option programs of empowerment is appropriate or set in order to back up region/ district resilience). The program of poor people empowerment can be continued for handling poverty at Pondok Pucung sub district, Pondok Aren district in Tangerang regency with more accentuate local government role and active participation of people in succeeding of the programs that so the programs’ impact can be touched by people directly. Non government organization’s participation is one important thing for pointed goals, because the NGO can monitor or evaluate in order the programs could run objectively.
Kata Kunci : Pemberdayaan,Masyarakat miskin,Ketahanan wilayah, Empowerment, indigent society and territorial resilience