Laporkan Masalah

Semangat bela negara dalam masyarakat :: Studi di Kota Makassar, Solo dan Kupang

SUPRAPTO, Prof. Dr. Makmuri Muchlas, Ph.D., Sp.Kj

2009 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Globalisasi telah menyebabkan batas-batas negara bangsa menjadi maya serta menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lainnya dan saling terhubungkan dalam segenap aspek kehidupan bangsa. Disisi lain era reformasi juga telah banyak membawa perubahan hampir di segala bidang kehidupan masyarakat, namun ada juga sisi negatifnya yaitu reformasi yang kebablasan, yaitu kebebasan tanpa batas, hal yang demikian dapat memudarkan rasa nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air, bangsa dan negara, serta memudarkan semangat bela negara. Pengertian bela negara selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, sehingga seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada Tentara Nasional Indonesia. Berdasarkan pasal 30 UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara sesuai dengan bidang profesinya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan pengamalan tentang semangat bela negara dalam masyarakat, serta untuk mengetahui bentuk sosialisasi semangat bela negara yang diinginkan oleh masyarakat di tiga kota yaitu kota Makassar, kota Solo dan kota Kupang. Metode yang dipergunakan melalui studi kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan (questionaire) kepada responden, yang dilengkapi dengan tehnik wawancara (interview guide) kepada masyarakat yang menjadi obyek penelitian. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis, dan metode analisa kuantitatif dengan korelasi product moment dari Pearsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi serta tingkat pemahaman dan pengamalan masyarakat terhadap Bela Negara di tiga kota yaitu kota Makassar, kota Solo dan kota Kupang, relatif cukup tinggi. Hal ini disadari oleh masyarakat bahwa bela negara disamping merupakan kewajiban, juga merupakan hak dan bahkan merupakan suatu kehormatan bagi warga negara untuk ikut serta membela negara dan bangsa yang dicintainya, yang merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Namun demikian masih ada sebagian kelompok masyarakat yang semangat bela negaranya masih rendah atau menurun, hal ini disebabkan karena kurang mengetahui tentang bela negara yang sebenarnya dan menganggap bahwa bela negara adalah tugas instansi militer, juga kurangnya sosialisasi dan perhatian dari pemerintah. Bagi masyarakat yang diinginkan adalah terciptanya kesejahteraan dan keadilan, terciptanya lapangan kerja, diberantasnya korupsi, kolusi dan nepotisme, serta keteladanan dari pemerintah. Sebagian besar masyarakat menginginkan sosialisasi dan pemasyarakatan bela negara melalui penyuluhan, ceramah, pendidikan dan latihan, sedangkan sebagian kecil melalui media elektronik, media cetak, film dan hiburan. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan dan analisa, dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman semangat bela negara masyarakat di tiga kota yaitu kota Makassar, kota Solo dan kota Kupang relatif cukup tinggi, walaupun masih ada sebagian yang semangat bela negaranya kurang dan bahkan memudar. Agar semangat bela negara masyarakat tidak menurun dan pudar, diperlukan adanya sosialisasi berupa peningkatan dan pemantapan semangat bela negara kepada masyarakat.

Globalization has made borderless in states, it also made the society reach one another or connected in all aspects of life. There is no disturbance any more in term of relationship between one country to another, but it has also a negative and positive influence. Protected the nation is always related to the military (Indonesian Army) responsibility, but is actually the responsibility of the whole citizens or Indonesian people (UUD 1945 chapter 30, protected nation is responsibility of the whole citizens in this country in the contect of their professional area). This Research objetive is : the first, to know the grade of understanding and implementation of protected nation in the society. Secondly, to know the form of sosialization in both cities : Makassar, Kupang and Solo. The method used is library research and field research by to spreading the questionares to all respondens, added by interview to the people who is targetted as the object of research. Analizing conducted by describtive analisis methode, and quantitative analisis methode by Pearsons product moment correlation. The research shows the perception, understanding grade and implementation of the people in three cities as mention : Makassar, Kupang and Solo are high relatively. Protected nation for the people in those cities are obligation, also right and a soluted nation in establishing and protected nation which is beloved, that is the responsibility of the whole nation components. The little segmen of population in those cities looks low in protected nation and tends to decrease. The reasons why its happen because leaknes in protected nation understanding. The society in that city leacking in knowing the substansial on the protected nation, they asssumed that protected nation belong to military body only. Also the leacking in lower sosialization, appreciation of the goverment officials. For the society needed ; boader in juctice and freedom in equality, broader in field works, take out of the country corruption, nepotism, collusion and implemented individual on the goverment official. The bigger segment of the society willing to : sosialization and landingtation of protected nation through seminar, education, training and discussion targetted. In other hand a little segment willing in electronic media, printed media, film and entertainment Based on The result of Research, discussion, analizing the writer able to conclude as mention : The grade of protected nation in three cities Makassar, Solo and Kupang relatively high grade. Although a little segment shows relatively low and tends to dissapeared. To make protected nation encrease and stablize needs in sosialization to the society more valuable in term of activities and financial conditions regarding in establishing the nation pride to the society.

Kata Kunci : Semangat, Bela Negara, Masyarakat, Anthuastic, Nation Pride, Society


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.