Kajian penanggulangan banjir daerah aliran Sungai Buah di Kota Palembang
ARDIAN, Syaifudin, Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Bencana AlamSistem drainase kota yang setiap tahun selalu mengalami banjir di kota Palembang antara lain adalah daerah aliran Sungai Buah. Sungai Buah dengan panjang sungai utama 7.93 km, terdapat banyak belokan, dan telah diturap permanen sepanjang sungai. DAS Buah dengan luas 10,79 km2 pada umumnya merupakan daerah pemukiman, perindustrian dan rawa. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji penyebab terjadinya banjir dan genangan di wilayah Sungai Buah. Analisis aliran banjir digunakan bantuan software HEC-RAS versi 4.0 dengan debit banjir rancangan kala ulang dua tahun. Pemodelan yang dilakukan terdiri dari kajian terhadap enam simulasi, yaitu kondisi eksisting, normalisasi alur sungai, sudetan, kolam retensi, gabungan yang disertai sistem pompa dan pembangunan tanggul. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi eksisting terdapat tujuh daerah yang tergenang. Setelah dilakukan simulasi penanganan banjir dengan normalisasi dan sudetan, tinggi limpasan berkurang sampai dengan 0.11 m pada bagian hilir sungai. Simulasi penanganan banjir lainnya yaitu dengan pembuatan kolam retensi dapat mengurangi tinggi limpasan sampai dengan 0.9 m pada daerah yang di pasang kolam retensi. Simulasi gabungan yang disertai dengan sistem pompa dengan kapasitas 11 m3/s dan 4 m3/s pada bagian hilir Sungai Buah dapat mengurangi limpasan sampai dengan 0.22 m. Peninggian tanggul mencapai 0.68 m di Kelurahan Sei Buah, yaitu Sungai Buah penggal 8 RS 112.
Urban drainage system every year always undergoing flood in Palembang City includes the Catchment Area of Buah. The river of 7.93 km in length has many winding streams and stone-revetments were built along the river. The Catchment Area of Buah with 10.79 km2 in wide is generally a wide range of areas for settlements, industries, and swamps. This study is to examine factors resulting in flood and inundation in the surrounding areas of Buah River. Analysis on the flow of floods is conducted by using the HEC-RAS software version 4.0 with a designed discharge of two years. Modeling done consists of studies on six emulations, i.e. the existing conditions, stream channel normalization, waterway diversion, retention reservoir, combined with pump system and stone-revetment building. Result of the study shows that in the existing conditions there were seven inundated areas. After the simulation of flood treatment was done by using stream channel normalization and waterway diversion, the height of over flow decreased until 0.11 m at downstream of the river. Other simulation of flood treatment was done by making the retention reservoir, which could decrease the height of over flow until 0.9 m at the areas with the retention reservoir. The treatments combined with the pump system of 11 m3/s and 4 m3/s in capacity at downstream of the river could decrease the height of over flow to 0.22 m. The heightening of stonerevetment was until 0.68 m in Sei Buah Village, i.e. the area 8 RS 112 of the Buah River.
Kata Kunci : Banjir, HEC,RAS versi 40, Alternatif penanganan, Flood, the HEC-RAS software version 4.0, Alternative treatment.