Laporkan Masalah

Kajian upaya penanganan bencana longsor pada ruas jalan Kalibakung-Senggang Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal

SETIYOBUDI, Mohamad Tulus, Dr. Ir. Radianta Triatmadja

2009 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Bencana Alam

Hampir pada setiap musim hujan tiba, ruas Jalan Kalibakung–Senggang Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal rawan gerakan tanah atau bencana longsor. Fungsi ruas jalan tersebut sangat vital , sebagai penghubung Kota Slawi, ibukota kabupaten, dengan Kecamatan Bojong dan Bumijawa. Ruas ini juga sangat penting sebagai jalur pariwisata ke Obyek Wisata Guci dan jalur alternatif ke Kabupaten Pemalang dan Banyumas. Pada tahun 2002, 2004 dan 2007 terjadi bencana longsor yang menyebabkan lalu lintas kendaraan putus total sampai beberapa hari. Pemerintah Kabupaten sementara sudah menangani bencana tersebut untuk jangka pendek, namun karena dikahawatirkan akan kembali longsor bila musim hujan tiba, diperlukan adanya kajian upaya penanganan yang lebih menyeluruh sebagai tindakan dalam rangka meminimalisasi resiko atau mengurangi kerugian yang mungkin timbul dari terjadinya bencana longsor ini. Dalam penelitian ini dilakukan kajian mekanisme longsoran yang terjadi, dengan mempelajari sebab–sebab dan tipe longsorannya. Kajian juga diarahkan untuk mengevaluasi tindakan penanganan bencana longsor yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan meliput i analisis deskriptif yang didasarkan pada hasil identifikasi, pengamatan lapangan (observasi) dan wawancara kemudian dikembangkan dengan program ArcView 3.3 untuk menganalisa peta. Analisa stabilitas lereng dilakukan dengan memakai program Slope/W. Hasil kajian menunjukkan bahwa bencana longsor yang terjadi di wilayah penelitian disebabkan oleh faktor pengontrol yaitu kondisi geologi, kelerengan, jenis tanah dan penggunaan lahan, sedangkan faktor pemicunya adalah curah hujan tinggi, drainase yang kurang baik dan aktifitas manusia. Semua lokasi yang pernah longsor berada di daerah rawan longsor tingkat tinggi dengan curah hujan rerata tahunan 2844 mm/tahun, penggunaan lahan sebagai tegalan dengan kondisi kelerengan + 9°-14° (agak terjal) sampai 14°-22° (terjal). Mekanisme longsoran yang terjadi: earth sliding (L1, L2, L3, L4) dan earth and rock sliding (L5, L6). Simulasi penanganan dengan angkur untuk L1, L4, L5 dan L6 Fs>1,2 (aman), L2 Fs=1,081 (kurang aman) dan L3 Fs=0,680 (tidak aman). Beberapa langkah penanganan alternatif beserta mitigasi bencana secara terpadu meliputi penerapan dan pemeliharaan sistem drainase permukaan/bawah permukaan pada lereng dan kaki lereng atau tepi jalan sepanjang jalan Kalibakung-Senggang, pengelolaan tata guna lahan dengan menghindari tanaman semusim dan mencegah penebangan pohon/hutan secara liar serta sosialisasi daerah rawan longsor. Upaya ini perlu dilaksanakan guna mencegah kerugian yang lebih besar pada masa mendatang.

Almost in every wet season, part of Kalibakung-Senggang road, in Balapulang district, Tegal regency is vulnerable to land slide. Function of the road is vital, as connector of Slawi, a regency capital, with Bojong and Bumijawa districts. The road part is very important as tourism route to Guci tourism object and alternative route to Pemalang and Banyumas. In 2002, 2004 and 2007 there were slide disaster that caused total traffic jam for some days. Regency Government has dealt with temporary the disaster. However, due to there is concern that there will be slide again when wet season come, it needs an analysis of comprehensive action to minimize risk or reduce loss due to the slide. This research analyzed mechanism of slide, by studying causes and slide types. It also evaluated actions by Tegal government in dealing slide disaster. Methods used include descriptive analysis based on identification, observation and interview that is then developed using software Arc View 3.3 to analyze map. Slope stability analysis was done using Slope/W software. Results indicated that slide disaster occurring in research area is caused by controlling factors such as geological condition, steepness, soil type and land use, while triggering factors are high rainfall, bad drainage, and human activities. All land slides occurred in locations with high probability for slide with average annual rainfall of 2844 mm/year, land used as dry field with steepness of from ± 90-140 (rather steep) to 140-220 (steep). Sliding mechanisms are “earth sliding” (L1, L2, L3, L4) and “earth and rock sliding” (L5, L6). Treating simulation by anchore for L1, L4, L5 and L6 Fs>1,2 (safe), L2 Fs=1,081 (nearly safe) and L3 Fs=0,680 (unsafe). Some alternative handling and disaster mitigation include application and maintenance of surface/undersurface drainage system on slope and slope foot or road side along Kalibakung-Senggang road, land use management by avoiding seasonal plant and prevent massive tree cutting and dissemination of sliding sensitive area. The efforts should be done to prevent greater loss in the future.

Kata Kunci : Bencana alam,Mitigasi,Stabilitas lereng,Mekanisme longsoran,natural disaster, mitigation, slope stability, sliding mechanism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.