Laporkan Masalah

Pengaruh kerapatan ayakan terhadap kadar gizi bekatul hasil ayakan

HARDI, Dr. Eng. Deendarlianto, ST., M.Eng

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem Teknik

Sampai saat ini bekatul sebagai limbah penggilingan padi di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, umumnya bekatul hanya digunakan sebagai pakan binatang ternak, padahal bekatul mengandung gizi tinggi. Untuk memperoleh bekatul yang lembut dan layak dikonsumsi manusia perlu dilakukan pengayakan terlebih dahulu. Semakin rapat ayakan yang digunakan maka semakin lembut bekatul hasil ayakan. Namun apakah dengan pengayakan tidak mempengaruhi kadar gizi bekatul hasil ayakan? Untuk itulah penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan ayakan terhadap kadar gizi bekatul hasil ayakan. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengayakan bekatul dengan menggunakan 5 jenis kerapatan yaitu dengan 18 mesh, 30 mesh, 50 mesh 100 mesh dan 200 mesh. Bekatul hasil ayakan masing-masing kerapatan di uji kadar gizinya dengan uji proksimat, sehingga diperoleh data kadar gizi masing-masing. Parameter gizi adalah kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar serat, dan kadar karbohidrat. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan kerapatan ayakan berpengaruh terhadap kadar gizi bekatul, khususnya kadar protein, kadar lemak dan kadar serat. Sedangkan kadar air dan kadar karbohidrat tidak dipengaruhi oleh kerapatan ayakan. Kerapatan ayakan terbaik untuk mengayak bekatul adalah 50 mesh.

Until now rice bran as rice milling waste in Indonesia hasn’t maximize used for society, commonly rice bran only used for animals feed, whereas rice bran contains high nutrients. To find smooth rice bran and it can be eaten by man, it should be sifted before. But, does the sifting influent to nutrients content of rice bran of sifter product? Therefore the writer hold this research for finding the influence sieve sizes to nutrients content of rice bran of sifter product. This research was done by 5 type sieve sizes to sift rice bran, those were 18 mesh, 30 mesh, 50 mesh, 100 mesh and 200 mesh. The nutrients of rice bran of sifter product are measured by proximate analysis. The nutrient parameters are water, protein, fat, fiber, and carbohydrate content. From the research, it can be concluded that sieve sizes influence to nutrients content, especially for protein, fat and fiber content. But sieve sizes are not influent to water and carbohydrate content. So the best sieve size to sift rice bran is 50 mesh.

Kata Kunci : Kerapatan ayakan,Kadar gizi, Sieve sizes-Nutrient contents


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.