Laporkan Masalah

Pengaruh pengulangan beban statis dan waktu pembebanan terhadap deformasi permanen pada campuran beton aspal menggunakan perekat aspal Pertamina AC 60-70

SUGIYARSO, Dwi, Ir. Djoko Murwomo, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Salah satu kerusakan yang sering terjadi pada perkerasan lentur di Indonesia adalah terjadinya rutting. Deformasi pada perkerasan lentur juga sering dijumpai pada tempat parkir, tempat tunggu kendaraan di dermaga dan apron di bandara. Di tempat tersebut, kendaraan tetap memberikan tekanan bagi perkerasan, sehingga dilakukan penelitian seperti yang terjadi pada pembebanan di tempat parkir berupa pengujian untuk mengetahui deformasi permanen yang diakibatkan oleh pengaruh pengulangan beban statis dan waktu pembebanan pada campuran beton aspal. Penelitian ini dilakukan terhadap campuran Aspal Concrete-Wearing Course (AC-WC) sesuai Spesifikasi Bina Marga 2007 dengan menggunakan bahan perekat aspal Pertamina AC 60/70. Benda uji dibuat dengan kadar aspal sebesar 6%. Rancangan beton aspal mengunakan metode Marshall. Uji beban campuran beton aspal menggunakan alat pengujian beban statis dengan Linear Variable Differential Transducers (LVDT) dan pembacaan hasil dengan data logger. Uji beban yang dilakukan berupa pengulangan beban statis dengan variasi beban 470 kg dan 580 kg, serta pembebanan statis dengan penambahan dan pengurangan beban secara periodik. Lama waktu pembebanan dengan 4 variasi waktu (10, 20, 30 dan 60 menit). Perulangan uji beban dilakukan selama 3 kali dengan waktu jeda/beban dilepas selama 30 menit. Hasil dari pengujian pengulangan beban statis dengan beban 470 kg untuk variasi waktu pembebanan 10 menit diperoleh regangan sebesar 1,8x10-3, variasi waktu pembebanan 20 menit nilai regangan sebesar 3,3x10-3, variasi waktu pembebanan 30 menit nilai regangan sebesar 4,0x10-3 dan variasi waktu pembebanan 60 menit nilai regangan sebesar 4,1x10-3. Pengulangan beban statis dengan beban 580 kg untuk variasi waktu pembebanan 10 menit diperoleh regangan sebesar 3,5x10-3, variasi waktu pembebanan 20 menit nilai regangan sebesar 5,3x10-3, variasi waktu pembebanan 30 menit nilai regangan sebesar 5,5x10-3 dan variasi waktu pembebanan 60 menit nilai regangan sebesar 6,0x10-3. Pada pembebanan statis dengan penambahan dan pengurangan beban secara periodik diperoleh nilai regangan sebesar 5,6x10-3.

One of many damages which have constantly occurred on the flexible pavement in Indonesia is rutting. Furthermore, the deformations of pavement roads are frequently originated on parking lot, dock’s parking area and airport’s apron. These are places where vehicles have given a still pressure to the asphalt pavement roads. Therefore, a research is conducted to obtain a permanent deformation assessment on load of parking areas caused by the effect of static reloading and loading time of asphalt-concrete mixing. The research specifies on mixing of Aspal Concrete-Wearing Course (ACWC), using Pertamina’s asphalt AC 60/70, based on specification of Bina Marga 2007. The trial material is made using asphalt concentrated at 6%. The concrete asphalt structure contemplates through Marshall Method. The assessment of concrete asphalt mixing is using static loading instrument with Linear Variable Differential Transducers (LVDT) and the assessment’s result reading uses data logger. The assessment of static re-loading employs two load variations, 470 kg and 580 kg, and static load with periodically adding and subtracting the load. The period estimation of load timing employs 4 time variations (10, 20, 30, and 60 minute). The load re-assessment is conducted 3 times with 30 minute for interval time/load removed. Finnaly, results of static re-load assessment showed strains when 470 kg loaded for the variation of loading time in 10 minute equal to 1,8x10-3, variation of loading time in 20 minute showed strains equal to 3,3x10-3, variation of loading time in 30 minute showed strains equal to 4,0x10-3 and variation of loading time in 60 minute showed strains equal to 4,1x10-3. The results of static re-load assessment showed strains when 580 kg loaded for the variation of loading time in 10 minute equal to 3,5x10-3, variation of loading time in 20 minute showed strains equal to 5,3x10-3, variation of loading time in 30 minute showed strains equal to 5,5x10-3 and variation of loading time in 60 minute showed strains equal to 6,0x10-3. The results of static load with periodically adding and subtracting the load showed strains equal to 5,6x10-3.

Kata Kunci : Pengulangan beban statis,Waktu pembebanan,Deformasi permanen,AC,WC,Aspal Pertamina AC 60,70,static re-load, loading time, permanent deformation, AC-WC, Pertamina’s asphalt AC 60/70


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.