Pemanfaatan sampah organik kota dan batuan zeolit untuk pembuatan pupuk granular
UDIYATNO, Rahman Sudiyo, S.T., M.T., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Sistem TeknikSampah organik kota sangat potensial untuk dijadikan sebagai kompos. Kompos yang dihasilkan dapat mengurangi volume sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir Sampah, dan dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia. Peningkatan kualitas kompos perlu dilakukan, salah satunya adalah dengan menambahkan pupuk urea untuk meningkatkan kandungan nitrogen dalam kompos. Untuk memudahkan aplikasi dan mengurangi kehilangan nitrogen, maka urea dan kompos dicampur dan dibuat dalam bentuk granul. Selaian itu, kedalam granul juga ditambahkan zeolit agar nitrogen dan unsur hara lainnya dapat dilepas secara perlahan. Perekat pupuk granul agar pupuk menjadi keras yaitu dengan penambahan bentonit dan larutan mollase. Penelitian ini bertujuan untuk mendayagunakan sampah organik kota menjadi kompos, mengetahui pengaruh aktifator EM4 dan rumen terhadap hasil kompos, mengetahui pengaruh zeolit pada pupuk granul, dan mendapatkan komposisi pupuk granul yang paling baik. Penelitian awal berupa komposisasi sampah organik kota menggunakan EM4 dan rumen. Penelitian utama adalah pembuatan pupuk granular menggunakan pan granulator, bahan berupa kompos organik kota, bentonit, urea, dan zeolit, dengan perbandingan komposisi dalam % berat, adalah (80:5:15:0), (65:5:15:15), (50:5:15:30), (35:5:15:45). Kompos dihaluskan dengan mesin penghalus kompos sampai mesh 18, batuan zeolit dibuat menjadi bubuk sampai mesh 50, dan diperlakuan secara aktivasi menggunakan oven suhu 200 0C selama 4 jam, maupun secara non aktivasi. Perekat yang digunakan berupa bentonit, mesh 150, dicampur pada bahan baku dan larutan mollases 20 % disemprotkan saat proses pembuatan. Produk pupuk granul setelah dikeringkan, dilakukan perendaman dalam air pada berbagai variasi jam yaitu 2, 4, 6, dan 8 jam. Pengamatan dilakukan terhadap komposisi pupuk granul yang paling kuat dan analisa secara distilasi dan filtrasi terhadap pelepasan amonium dalam filtrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengomposan sampah organik kota menggunakan EM4 lebih baik daripada rumen.Pengomposan berlangsung selama 30 (tigapuluh) hari dan kompos yang dihasilkan telah memenuhi standar SNI 19- 7030-2004, zeolit dapat menahan pelepasan amonium, dimana semakin tinggi kandungan zeolit pada pupuk granul maka semakin rendah pelepasan kandungan amoniumnya. Peranan zeolit aktifasi dalam menyerap ammonium tidak jauh berbeda dengan zeolit yang tidak diaktifasi, sehingga hal ini menunjukkan bahwa aktifasi dengan pemanasan saja tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan zeolit dalam menjerap ammonium. Komposisi pupuk paling baik didapatkan pada perbandingan (65:5:15:15), dimana terjadi pelepasaan amonium secara perlahanlahan dan pupuk granular yang dihasilkan cukup keras.
Municipal Organic Waste is very potential for making compost. It can reduce waste volume in landfill, and reduce of chemical fertilizer uses. The quality of compost needs to be improved by adding urea fertilizer to increase nitrogen substance. For easy application, reduce loss of nitrogen, and release ammonium slowly, this compost mixed with zeolite into granul fertilizer. Bentonite and molasses solution used as binder to harden granular fertilizer. The purpose of this research is to take benefit of municipal organic waste for compost, to know the effect of bioactifator EM4 and rumen in compost result, to know the effect of zeolite in the granular fertilizer and to get the best composition of granular fertilizer. In preliminary research EM4 and rumen from slaughter house used to compost the municipal organic waste, and in the main research, municipal organic compost uses bentonite, urea and zeolite which are made into granular fertilizer by using pan granulator with the compositions are (80:5:15:0), (65:5:15:15), (50:5:15:30), (35:5:15:45), in the % weight. Compost is chopped by the chopper machine until 18 mesh. Zeolite rock is crushed into powder until 50 mesh and it treated as activated zeloite with oven dries 200 0C for 4 hours and none activated. Bentonite, in 150 mesh, is mixed in the compound as a binder and 20 % of molasses solution sprayed at granulating process. After drying, it is submersed in the water with the duration 2, 4, 6, and 8 hours, to see which one has the strongest composition, and then the filtration is taken and analyzed to know ammonium release result in the filtrate The result of this research shows that we can use EM4 and rumen for making compost, where EM4 is better than rumen. Compost has done in thirty days and has met the SNI 19-7030-2004 standard. Zeolite can suppress ammonium release in the granular fertilizer where the higher zeolite shows the lower release of ammonium. The effect of ammonium release from zeolite activated is not far away with zeolite none activated, so it means that activation with oven dry is not enough to increase of zeolite capability in the adsorption of ammonium. The composition (65:5:15:15) in percent weight is the best composition of granular fertilizer, where ammonium can release slowly and granular fertilizer has a strong structure of granule.
Kata Kunci : Sampah organik kota,Zeolit,Urea,Pupuk granular,Pelepasan ammonium,municipal organic waste,zeolite,urea,granular fertilizer,ammonium release