Laporkan Masalah

The effects of the temperature and the time of initial heting on the yield of laurel nut (Calophyllum inophyllum) oil extraction using a hydraulic press

RACHMAWATI, Siti, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem Teknik

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang cukup pesat berpengaruh pada peningkatan jumlah pemakaian minyak pelumas. Minyak pelumas yang ada saat ini masih menggunakan bahan dasar berasal dari minyak bumi yang dapat mencemari lingkungan. Karena itu diperlukan bahan dasar minyak pelumas yang lebih ramah lingkungan, diantaranya adalah minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan lama pemanasan awal yang optimum sehingga dihasilkan rendemen minyak nyamplung (Calophyllum Inophyllum) yang tertinggi. Selain itu, untuk mengetahui kelayakan minyak nyamplung yang dihasilkan sebagai bahan dasar minyak pelumas bensin 4 langkah kendaraan bermotor. Urutan metode pengambilan minyak buah nyamplung meliputi pemblenderan, pemanasan awal pada berbagai variasi suhu dan lama pemanasan awal yaitu 90, 105, dan 120 °C selama 15, 30, 45, dan 60 menit. Kemudian dilakukan pengepresan dalam kondisi panas dengan menggunakan alat pengepres hidraulik. Rendemen tertinggi dari hasil penelitian ini adalah sebesar 29,83 %, diperoleh dengan pemanasan awal pada suhu 120 °C selama 45 menit. Berdasarkan hasil uji kelayakan minyak nyamplung sebagai minyak pelumas bensin 4 langkah kendaraan bermotor telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk viskositas kinematis pada suhu 100 °C, indeks viskositas, titik nyala, dan pour point. Sedangkan untuk angka basa total dan kadar abu sulfat belum memenuhi persyaratan SNI. Oleh karena itu, perlu penelitian dan proses lebih lanjut agar minyak nyamplung dapat digunakan sebagai minyak pelumas.

The rapid increase of vehicles affects the rise of lubricating oil usage. The lubricating oil existing today still uses base material from petroleum that can pollute the environment. Therefore, it needs an environmentally friendly base material for a lubricating oil, such as a vegetable oil. The objectives of this research are to find the optimum temperature and time of initial heating to obtain the highest yield of Laurel nut (Calophyllum Inophyllum) oil. Besides that, to find the feasibility of the Laurel nut oil produced as the base material of lubricating oil for 4-gear motorized vehicles. The method stages of Laurel nut oil extraction include blendering, initial heating with the varied temperatures and times of the initial heating, e.g. 90, 105, and 120°C for 15, 30, 45, and 60 minutes. The next step is pressing in a hot condition using an hydraulic press. The highest yield from this result was 29.83 %, obtained from the initial heating at the temperature 120 °C for 45 minutes. Based on the test result of Laurel nut oil feasibility as a lubricating oil for 4-gear motorized vehicles, it fulfills the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) for kinematic viscosity at the temperature 100 °C, viscosity index, flash point, and pour point. Meanwhile, for the total base number and sulfate ash content do not meet the SNI requirements. Therefore it needs further research and process so that Laurel nut oil can be utilized as a lubricating oil.

Kata Kunci : Yield,Laurel nut,Lubricating oil, rendemen, nyamplung, minyak pelumas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.