Laporkan Masalah

Implementasi program bantuan operasional sekolah (BOS) pada SMP Negeri di Kabupaten Kulon Progo

NUGROHO, Risdiyanto, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Sebagai upaya kompensasi atas pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak pada tahun 2005 dan penuntasan Program Wajib Belajar, pemerintah meluncurkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Program ini merupakan bagian dari block grant Pemerintah untuk dimanfaatkan dalam pembiayaan kegiatan operasional yang diberikan langsung kepada sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan bagaimana tipologi implementasi Program BOS, bagaimana efektivitas implementasi Program BOS, dan bagaimana hubungan Program BOS dengan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menemukan pola pemanfaatan dana BOS yang efektif serta mengkaji dan menemukan implementasi pemanfaatan dana BOS yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 SMP Negeri yang tersebar di 12 kecamatan pada Kabupaten Kulon Progo. Teknik analisis data kuantitatif diperkuat dengan kualitatif dilakukan pada semua populasi penelitian yang mengambil unit amatan sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara untuk memperoleh data sekunder serta dokumentasi untuk data sekunder. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar sekolah memanfaatkan dana BOS untuk kegiatan kesiswaan dan pembelajaran. Implementasi Program BOS secara umum cukup efektif karena BOS mampu mengakomodasi sebagian besar kebutuhan operasional sekolah. Meskipun demikian, sekolah masih menarik pungutan siswa berupa iuran komite sekolah yang jumlahnya terus meningkat seiring kebutuhan sekolah. Kebijakan peningkatan dana BOS sebesar 50% dan pembebasan pungutan siswa membawa pengaruh pada adanya defisit anggaran pembiayaan pada sekolah di wilayah maju dan terbelakang. Sementara itu pada sekolah di wilayah yang berkembang cepat terjadi surplus anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tipologi implementasi pemanfaatan dana BOS yang lebih efektif adalah dengan memprioritaskan pembiayaan pada kegiatan pembelajaran dan administrasi. Namun pemanfaatan dana dalam kegiatan manajemen sumber daya manusia, penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana serta administrasi lebih mampu meningkatkan kualitas pendidikan dibandingkan dengan tipologi yang lain. Program BOS mempunyai peran dalam peningkatan kualitas pendidikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai Ujian Akhir Nasional, menurunnya Angka Putus Sekolah, serta peningkatan intensitas proses kegiatan pembelajaran dan stabilitas kegiatan operasional sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penyempurnaan ketentuan pemanfaatan dana BOS dan distribusi dana dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah.

As a compensation to the reduction of fuel subsidies in 2005 and finished Compulsory Education Program, the government has launched a program of School Operational Grants (BOS). This program is part of the Government block grant to be used in financing education activities provided directly to schools. This study is a deductive research that attempts to find answers to the question of how is the typology implementation of BOS Program; how is the effectiveness of the implementation of BOS Program; and how is the relationship between the BOS program and the quality of education. Ultimately, this research aims to examine patterns of utilization of BOS funds and to evaluate the utilization of BOS funds whether it is able to improve the quality of education. The population in this research is 36 junior high schools in 12 districts in Kulon Progo Regency. Quantitative and qualitative data analysis techniques to be performed on the population to determine the school as surveillance unit. The research employed questionnaire and interviews to get primary data and documentary technique for secondary data. The research found that most schools use the BOS funds for student activities and learning. In general the implementation of BOS Program is quite effective because BOS could accommodate most of the operational needs of the school. However, schools still require students to pay a school committee fee that the number continues to increase over the needs of schools. The policy of the BOS funds increased 50% and redemption fees on students to bring the influence of budget deficit financing in the schools in the region advanced to the hinterland, but in schools in rapidly developing areas of the budget surplus occurred. The research concludes that, the implementation of the BOS funds is more effectively for learning activities and administration. However, the utilization of BOS funds in human resource management, provision and maintenance of infrastructures and administration, could be improved. BOS program has contributed to the improvement of educational quality, marked by the increasing mark of National Final Examination, decreasing the Number of School Disconnected, and increasing the intensity of learning activities. The recearch recommends to improve of utilization of BOS funds and distribution of funds to consider the school needs.

Kata Kunci : Program BOS,Implementasi,Efektivitas,Kualitas pendidikan, BOS Program, implementation, effectiveness, quality education


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.