Program rehabilitas rumah tidak layak huni di Kabupaten Bintan
RUSLI, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RLTH) dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, dan seefektif apakah program tersebut dapat dijalankan di masyarakat. Penelitian ini diawali dengan pemahaman teori-teori yang berkaitan dengan persepsi terhadap rumah dan respon atau tanggapan masyarakat atas program rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta aspek yang mempengaruhinya. Rehabilitasi RLTH hanya diprioritaskan sebanyak 130 unit rumah atau 9.17% dari jumlah rumah tidak layak huni (1417) unit, dengan biaya sebesar Rp. 1.521.000.000 (satu milyar lima rates dua puluh satu juta rupiah) melalui anggaran APBD Kabupaten Bintan tahun 2007. Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi RLTH berlangsung 8 (delapan) minggu sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses berpikir deduktif, yakni berangkat dari teoritis ke empiris dan dasar berpikirnya lebih bersifat rasionalistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif dengan teknik analisis statistic frequency, constabilation dan pengujian deskriptif, dan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program, rehabilitasi RLTH sangat bermanfaat dan efektif karena telah memberi perubahan pada aspek fisik bangunan, aspek lingkungan dan aspek social ekonomi masyarakat dan dapat diselesaikarf dalam waktu yang cepat, dengan hasil yang memuaskan serta penyerapan anggaran yang sesuai ketentuan. Dalam kata lain beberapa indicator yang menunjukan sudah terpenuhi. Kemudian yang terpenting adalah dapat menimbulkan pengaruh yang besar terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini terlihat dengan munculnya beberapa usaha kecil mandiri di lingkungan perumahan tersebut, sehingga menambah pendapatan ekonomi keluarga.
This research aims to evaluate whether the Sub-standard Housing Improvement Program (SHIP) can give some benefits for the local people. It also question how the program was conducted. The research began by exploring and discussing theories that are relevant to the topics. The SHIP was implemented to 130 units, about 9,17% of all units need to be rehabilited. The total budgets is about IDR 1.521.000.000 (One billion five hundreds twenty one million rupiahs). That grant comes from the Bintan’s regional budgeting. This research used deductive logic method. The main logic used in this method is rationalistic, and the method used was a combination between quantitative and qualitative techniques. This research used quantitative approach with statistic frequency technique analysis, cross tabulation and descriptive testing and also qualitative analysis. This research concludes that the Sub-standard Housing Improvement Program (SHIRP) was very useful and very effective. This is clear in the form that there are some improvement in terms of physical, environment and social economy aspects. The local people felt that they got many benefit from this program. There are many home-base enterprises emerge after the program. Those businesses surely give more income for the local people.
Kata Kunci : Rumah,Tidak layak huni,Rehabilitasi,benefits, electivity and society’s welfare