Penyediaan infrastruktur perkotaan melalui kerjasama pemerintah dan swasta pada Terminal Tipe A Giwangan Yogyakarta
AMIRULLAH, Irvan, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahKeterbatasan pendanaan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta merupakan salah satu yang mendorong terwujudnya kerjasama dalam pembangunan dan pengelolaan Terminal Giwangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses penyiapan serta kelembagaan operasi proyek dan mengkaitkan hubungan keberhasilan atau ketidakberhasilan antara pengoperasian dan proses penyiapan proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) pada Terminal Giwangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pembangunan dan pengelolaan Terminal Giwangan menerapkan prinsip BOT (Build Operate Transfer). Terjadi perbedaan prinsip antara model normatif BOT (Build Operate Transfer) dengan aplikasinya dilapangan. Pemerintah Kota Yogyakarta turut menanamkan modal serta mengelola dalam operasional terminal. Pelaksanaan kerjasama ini pada umumnya telah berjalan dengan baik, dalam pengertian infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya telah selesai dibangun (kecuali pusat perbelanjaan) serta kegiatan operasional terminal telah berjalan selama 4 (empat) tahun. Tiga pelajaran penting didapat dalam pengoperasian dan proses penyiapan proyek Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) pada Terminal Giwangan. Pertama, pemilihan lokasi hanya didasarkan pada pengembangan wilayah selatan Kota Yogyakarta dan memberdayakan aset pemerintah berupa lahan, tanpa membandingkan potensi dari beberapa lokasi. Kedua, studi kelayakan yang tidak dilakukan secara menyeluruh. Ketiga, pengalokasian resiko kurang mempertimbangkan pihak mana yang paling mampu mengelolanya, sehingga menimbulkan kerugian yang dialami oleh kedua belah pihak selama 4 tahun pengoperasian terminal. Penelitian ini merekomendasikan pihak pemerintah dan swasta melakukan peninjauan kembali terhadap perjanjian kerjasama, serta pengawasan pemerintah terutama masalah pengelolaan terminal perlu dilakukan untuk agar pencapaian pembangunan sesuai dengan komitmen dan kesepakatan yang telah ditandatangani.
The limitation of funding forced by Yogyakarta City Goverment encouraged the use of partnership in developping and operating the Terminal Giwangan. The research aimed to evaluate the project preparation process and the operational structure of such partnership. It also aimed to aimed to evaluate the performance of the partnership.. Descriptive qualitative method was used in this research. The research found out that the partnership model used in the project is the BOT (Build Operate Transfer) principal. There were some gaps between the normatif principal of BOT and its aplication. The goverment's participatied in investing and managing terminal operation. From the physical perspective such partnership went well because the infrastructure and another supporting facility has been constructed and operate since 4 (four) years ago. Tree important lessons could be sumarized from this research. First, the location choice is only based on the development of the southern area of Yogyakarta City and to maximize the government asset usage, without comparing the several potential locations. Second, the feasibility study of the project was not done comprehensivelly. Third, risk allocation was not considered properly, resulted in the lost to both side for 4 years of the terminal operation. The research recomends, the goverment and private party must review the partnership agreement. Further, better monitoring shpuld be done by the goverment to maximize the performance of the terminal.
Kata Kunci : Kerjasama,Terminal,Bangun,Operasi,Serahku (BOT), Partnership, Terminal, Build Operate Transfer (BOT)