Persepsi dan perilaku masyarakat desa sekitar Danau Sentarum sebagai kawasan taman nasional
HAKIM, Allukmanul, Dr. Ir. Djuwantoro, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahPerkembangan industri pengolahan batu alam di Dukupuntang, Kabupaten Cirebon tersebar di beberapa desa di sekitar tempat bahan baku dengan menggunakan lahan persawahan, permukiman sempadan sungai dan jalan. Hal ini menimbulkan peruntukan lahan yang tumpang tindih dan menimbulkan gangguan terhadap lingkungan. Berbeda dengan kondisi di Kabupaten Cirebon, tipologi pemilihan lokasi industri pengolahan batu alam di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang berkecenderungan mendekati pasar (market oriented) dan terkonsentrasi pada dua tempat. Lokasi industri berada di sepanjang jalan arteri primer antara Yogyakarta-Semarang, dan cenderung membentuk aglomerasi industri pada dua desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pemilihan lokasi industri pengolahan batu alam, preferensi pengusaha dalam pemilihan lokasi industri batu alam serta menelaah temuan empiris dan teori lokasi industri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang lebih menekankan pada interpretasi data empiris berupa hasil wawancara, observasi lapangan dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan preferensi pengusaha baik yang ada di sentra industri pengolahan batu alam di Dukupuntang maupun di Muntilan, yang kemudian di analisis dapat ditemukan beberapa alasan keberadaan lokasi di kedua tempat tersebut. Alasan yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi industri di Dukupuntang adalah kedekatan dengan sumberdaya air, adanya potensi bahan baku, aksesibilitas, kenyamanan dan keamanan berusaha, keuntungan aglomerasi, etos tenaga kerja, dan menyatu dengan tempat tinggal. Alasan yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi industri di Muntilan adalah, kedekatan dengan pasar, tradisi dan ketrampilan tenaga kerja, aksesibilitas, ketersediaan dan harga lahan, keuntungan aglomerasi, jiwa kewirausahaan pengusaha, dan menyatu dengan tempat tinggal. Beberapa alasan tersebut mendukung teori lokasi yang sudah ada dan yang lainnya merupakan temuan empiris (faktor pemilihan lokasi berdasarkan temuan di lapangan).
The growth of natural stone industry in Dukupuntang, Cirebon Regency was distibuted in several villages surounding the raw material sources. Those industry are using landfarm, housing area, river bank and street. In Magelang, the location are different compare to that in Cirebon. In Magelang the location tend to oriented to market and concentrated on two location. The locations are distributed along the main street of Yogyakarta-Semarang particulary in Muntilan. This research aims to explore factors of selecting industry location , from industry owners preferences. The method used in this research is qualitative-quantitative with description approach, it emphasized on empirical data interpretation. Data were obtained from interviews, field observations, and library research. The reseearch result shows that the preferences of industrialist in chossing location in Dukupuntang and Muntilan are based on several reasons. Such reasons include: close to water resources, abundant raw material, accesibility, safety, aglomeration advantage, work ethic of labour, and close to labour’s house. While in Muntilan the reasona are include : close to market, tradition and skill of labour, accesibility, availibility and cost of land (price land), the aglomeration advantage, industrialists entrepreneurship, and close to lanour house. Such reasons are suporting the existing theory on location for industry
Kata Kunci : Persepsi,Perilaku,Aturan taman nasional dan masyarakat, Natural stone industry, location, preferences