Laporkan Masalah

Kajian teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) untuk penentuan kesesuaian medan operasi ampibi TNI AL :: Kasus daerah Grati Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur

MAHDI, Isa, Prof. Dr. Sutikno

2009 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

Penelitian ini bertujuan untuk : a). mengkaji parameter medan yang diperlukan dalam membuat data perkiraan keadaan medan daerah operasi ampibi dengan menggunakan citra IKONOS, b). membuat zonasi untuk memilih lokasi pendaratan kendaraan ampibi (beaching), lokasi pendaratan helikopter (landing zone) dan lokasi penerjunan pasukan (dropping zone) untuk operasi amfibi dengan menggunakan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan untuk mencapai tujuan pertama diperoleh dengan melakukan interpretasi citra ikonos secara visual yang mencakup kedalaman air laut dan substrat dasar laut. Kedalaman laut diperoleh menggunakan transformasi khusus dengan Algoritma Bierwirth. Hasil data kedalaman kemudian dicek di lapangan dengan kerangka sampling purposif dan didukung peta bathimetri dari Janhidros TNI AL. Interpretasi citra ikonos juga digunakan untuk interpretasi karakteristik medan yang meliputi kemiringan lereng, jenis tanah dan penggunaan lahan/tutupan lahan yang akan digunakan untuk menentukan landing zone dan dropping zone. Data hasil interpretasi tersebut kemudian diuji tingkat ketelitiannya. Tujuan kedua dicapai dengan cara menganalisa data karakteristik menggunakan pembobotan dan pengharkatan untuk pantai pendaratan ampibi, landing zone dan dropping zone. Hasil uji akurasi data kedalaman hasil transformasi citra menggunakan algoritma Bierwirth menunjukkan tingkat akurasi pada kedalaman 0 – 5 meter dengan RMS Difference 0,14 meter, pada kedalaman 5 - 10 meter dengan RMS Difference 1,29 meter dan pada kedalaman 10 – 15 meter dengan RMS Difference 10,87 meter. Pada daerah penelitian terdapat 1 (satu) lokasi yang sangat sesuai untuk pendaratan kendaraan ampibi, yaitu berada disebelah timur pelabuhan dengan panjang ± 1km. Lokasi ini berada pada kedalaman ±10m pada saat penurunan kendaraan ampibi hingga mencapai kedalaman 0m (garis pantai) dengan radius 0,5 mil, substrat pantainya berupa pasir dengan liputan karang tipis. Posisi landing zone dan dropping zone berada pada medan yang berupa lahan terbuka, mempunyai kelerengan <5% (datar) dengan jenis tanah kering/keras. Landing zone terdapat 2 (dua) titik lokasi yang sangat sesuai, pada posisi X : 724266, Y : 9153373 dan posisi X : 726145, Y: 9150247 masing – masing dengan diameter ±100 m. Sedangkan untuk dropping zone hanya terdapat 1 (satu) lokasi yang sesuai yaitu pada posisi X : 723666, Y : 9152311 sampai dengan X : 724667, Y : 9151109 dengan panjang ±980 meter. Kondisi ini dikarenakan lokasi pemukiman yang tersebar sehingga mempersempit ketersediaan lahan terbuka yang bersih dari obstacle.

The research aim to : a) analyze field parameters required for estimation field condition of amphibian operation zone using Ikonos imagery, and b) determine zoning for beaching location, landing zone and dropping zone for amphibian operation using remote sensing technique and geographic information system. The data was us wed to get first aim was got by Ikonos imagery visual interpretation. It included the depth of sea and substrat of sea. The depth of sea was got by using specific transformation by Bierwirth Algorithm. The depth data was checked on field using purposive sampling as well as supported by bathymetry map. Otherwise, Ikonos imagery used to interpret field characteristic that consist of slope, soil and land use/land cover for determining landing zone and dropping zone. The second aim was achieved by weighting and scoring method. The result of depth data imagery transformation used Bierwirth Algorithm showed accuracy level 0-5 meters in depth with RMS Difference 0,14 meter, 5-10 meter in depth with RMS Difference 1,29 meter, and 10-15 meter in depth with RMS Difference 10,87 meter. In the research site, there was one location suitable for amphibian vehicles landing zone, which was in the eastern side 1 kilo meters from harbour. Landing zone and dropping zone were located to bare land with slope <5% (flat), and dry soil. Two points suitably for landing zone at X:724266, Y:9153373 and X:726145, Y:9150247 with ±100 meters of diameter, meanwhile one spot suitably for dropping zone at X:723666, Y:9152311 until X:724667, Y:9151109 with ±980 meters in length. This condition was due to the dispersed settlements that reduced and narrowed the bare land that free from obstacles.

Kata Kunci : IKONOS,Operasi ampibi, Landing zone, Dropping zone, Algoritma Bierwith, RMS difference, Interpretasi,analisis, Amphibian Operation, Landing Zone, Bierwirth Algorithm.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.