Laporkan Masalah

Pendekatan evaluasi untuk arahan pola penggunaan lahan pertanian berkelanjutan di daerah aliran sungai (DAS) Loano

HADUN, Ramli, Dr. Junun Sartohadi, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Geografi

Pemanfaatan sumberdaya lahan secara terarah dan efisien diperlukan ketersediaan data dan informasi yang lengkap mengenai keadaan iklim, tanah dan sifat lingkungan fisik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kemampuan lahan dan kesesuaian lahan aktual dan potensial, (2) mengevaluasi berbagai tipe penggunaan lahan yang sesuai dengan potensi lahannya, dan (3) menganalisis kemampuan dan kesesuaian lahan, tipe penggunaan lahan serta kondisi sosial ekonomi masyarakat untuk pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan bentanglahan (fisiografi) untuk pengukuran data fisik dengan menggunakan konsep bentanglahan terpadu (integrated landscape). Pendekatan fisiografi umumnya menggunakan kerangka bentuklahan (landform framework) untuk mengidentifikasi satuan lahan secara alami. Data sosial ekonomi dan usahatani menggunakan data sekunder serta data primer dari responden yang ada di wilayah penelitian. Data usahatani dianalisis untuk mengetahui kelayakan dan keberlanjutan usahatani yang dilakukan saat ini. Hasil evaluasi kemampuan lahan menunjukan bahwa daerah penelitian termasuk dalam devisi dapat di garap seluas 1.986,94 ha (36,26%) dengan faktor pembatas kepekaan erosi, batuan, tekstur lapisan atas, dan kemiringan lereng serta devisi yang tidak dapat digarap seluas 3.126,08 ha (57,03%) dengan faktor pembatas kemiringan lereng. Kesesuaian lahan aktual untuk tanaman padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, kelapa dan kakao berkisar antara kelas cukup sesuai (S2) hingga kelas tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor pembatas utama adalah kemiringan lereng dan tingkat bahaya erosi. Untuk keberlanjutan kegiatan pertanian di DAS Loano maka diperlukan perbaikan-perbaikan terhadap faktor pembatas. Perbaikan faktor pembatas untuk mengurangi kehilangan tanah dan unsur hara oleh erosi melalui pengelolaan tanaman, penambahan bahan organik, pengapuran, pemupukan, penanaman menurut kontur dan pembuatan teras. Hasil analisis usahatani menunjukan bahwa seluruh jenis tanaman yang dievaluasi masih layak untuk di kembangkan karena mempunyai R/C ratio > 1, produksi > dari BEP produksi, penerimaan > BEP penerimaan dan harga > BEP harga. Arahan pola penggunaan lahan merupakan kesesuaian lahan terpilih yang dilakukan dengan mempertimbangkan faktor kemampuan lahan, kesesuaian lahan, kelayakan usahatani dan keinginan dari petani.

The availability of complete data and information concerning the condition of climate, land and other physical environmental characteristics is needed for the directive and effective utilization of land. This study aimed at (1) evaluating land potentiality and the suitability of actual and potential lands; (2) evaluating various types of land use suitable with its potential; and (3) analyzing land potentiality and suitability, land use type, and community’s socio-economic condition for the sustainability of farmland cultivation. Method of survey was employed by using a physiographic approach to measure physical data with the concept of integrated landscape. In fact, physiographic approach commonly uses landform framework to identify natural land units. The data of socio-economy and farming were used as the secondary data and the primary data were obtained from the respondents in the study site. Farming data were then analyzed to know the suitability and sustainability of farming system done recently. The results of the evaluation of land potentiality showed that the study site was included in the divisions of lands that could be cultivated with 3,126.08 ha (36.26%) in width with limiting factors of the sensitivity of erosion measurements, rocks, land surface texture, and slope and of lands that could not be cultivated with 3,126.08 ha (57.03%) in width with factors of slope. The land suitability for rice, corn, groundnut, cassava, coconut, and cacao was in the range of suitable enough class (S2) to unsuitable permanent class (N2) with main limiting factors of slope and erosion danger level. For the sustainability of agricultural activity in watershed of Loano, improvements in limiting factors should be done to reduce loss of soil and humus by erosion through plant cultivation, adding organic substances, liming the lands, fertilization, planting based on the contour and making terracing system. The results of farming analysis showed that all types of evaluated plants were still suitable to be cultivated because they had R/C ratio > 1, production > BEP production, acceptance > BEP acceptance and price > BEP price. Direction of land use pattern was the chosen land suitability done by considering the factors of land potentiality, land suitability, farming suitability and willingness or wishes from the farmers.

Kata Kunci : Evaluasi lahan,Usahatani,Pertanian berkelanjutan, land evaluation, farming, sustainable agriculture


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.