Perbedaan kesadaran metakognitif dalam memahami bacaan pada anak yang diberi model evaluasi lembaran kerja siswa (LKS) dan model evaluasi rangkuman
YUDHATI, Krisnasari, Dr. Amitya Kumara
2009 | Tesis | S2 Magister PsikologiStudi berbasis kuasi-eksperimen ini ditujukan untuk menjawab dua pertanyaan penelitian, yaitu perbedaan antara Model Evaluasi Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Model Evaluasi Merangkum dalam memfasilitasi kesadaran metakognitif dan perbedaan keduanya berdasarkan tingkat pemahaman bacaan. Subyek penelitian terdiri dari 10 siswa kelas 5 Sekolah dasar yang dipilih bedasarkan dua instrumen pengukur, Culture Fair Intelligence Test (CFIT) dan Skala Minat IPA. Eksperimen dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap pertama, anak diberi teks sub topik IPA tentang Daur Air dan model Evaluasi LKS; tahap kedua, anak diberi teks sub topik IPA tentang Perubahan Wujud Benda, kemudian diberi evaluasi dengan model Rangkuman. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi performa metakognitif dan wawancara untuk mengetahui kesadaran metakognitif anak, dan tugas penceritaan kembali untuk mengetahui tingkat pemahaman bacaan anak. Analisis data penelitian menggunakan metode gabungan kuantitaif dan kualitatif. Tehnik analisis data statistik menggunakan Analisis Kovariat dengan tingkat intelegensi sebagai kovariat dan uji signifikansi perbedaan menggunakan Analisis Variansi. Sedangkan data observasi dan wawancara dianalisis secara terstruktur berdasarkan teori self-aware (O’Neil & Abedi, 1996) dan data tugas penceritaan kembali dianalisis menggunakan metode rating. Hasil penelitian adalah 1) Intelegensi berperan secara signifikan dalam menentukan kualitas pemahaman bacaan saat anak diberi model evaluasi Rangkuman pasca membaca, 2) Tingkat intelegensi tidak berperan secara signifikan dalam menentukan tingkat performa metakognitif, 3) Tidak ada perbedaan performa metakogitif saat anak diberi model evaluasi LKS dan saat diberi model evaluasi Rangkuman, 4) Secara nyata, tidak terdapat perbedaan tingkat performa metakognitif yang signifikan dalam memahami bacaan saat anak diberi model evaluasi Rangkuman dan saat diberi model evaluasi LKS, 5) Secara nyata, tidak terdapat perbedaan kualitas pemahaman bacaan yang signifikan antara saat anak diberi model evaluasi Rangkuman dan saat diberi model evaluasi LKS. Namun berdasarkan analisis deskriptif hasil wawancara, masing-masing model evaluasi terbukti menstimulasi anak melalui proses upaya memahami bacaan yang berbeda.
This quasi-experiment-based study is aimed to answer two research questions, the differences between guided evaluation model (LKS) and selfgenerated evaluation model (text-summarizing) in stimulating metacognitive awareness in reading comprehension with level of intelligence as the covariate. The subjects were 10 fifth grade-elementary school with high level of Science Interest Scale (Skala Minat IPA). The experiment was conducted in two phases whereas at each, students were given Science sub topics, Water Cycles and Material Forms of Transformation. Text-reading comprehension session was then followed by different evaluation model; LKS and text-summarizing. Interview, metacognitive performance observation, and written retelling task were used as data collection instruments. For statistical data analyses, ANCOVA was used to predict IQ level’s contribution to dependent variables and one-way Analyses of Variance technique as difference means significance test. Interview and observation data were analyzed based on theory of self-awareness (by O’Neil & Abedi, 1996). Written retelling tasks were analysed using rating method. The results indicate that 1) IQ level does have significant contribution in determining the reading comprehension quality, 2) IQ level does not have significant contribution in determining the metacognitive performance, 3) it is statistically proven that there is no significant difference in subjects’ metacognitive awareness (based on interview and observed metacognitive performances) when they were given LKS evaluation model and textsummarizing evaluation model in order to understand the science text given , but by descriptive analyzing, the data showed that each evaluation model has stimulated the children (with different IQ level but same science interest level) to reach reading comprehension in different ways.
Kata Kunci : Kesadaran Metakognitif,Pemahaman bacaan, metacognitive awareness, reading comprehension