Laporkan Masalah

Resiliensi perempuan Nias pasca tsunami dan gempa bumi

SIMATUPANG, Adelina Rosmawaty, Prof. Dr. Johana E. Prawitasari

2009 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Penelitian ini difokuskan pada resiliensi perempuan Nias, dalam menghadapi gempa dan tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran perempuan Nias tentang adanya “resiliensi” di dalam diri mereka sebagai penyintas tsunami dan gempa bumi. Penelitian ini memiliki metode penelitian tindakan (action research). Metode pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan n= 20 dan survei melalui angket kuesioner (n=50). Metode intervensi yang digunakan dalam action research ini ialah interactional group disccusion (IGD) dengan n= 8. Evaluasi penelitian ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat sirombu melalui talkshow dan pengukuran dampak intervensi IGD dilaksanakan melalui survey (n=50). Hasil survei dengan n=50 menunjukkan bahwa perempuan Nias memiliki tingkat resiliensi yang baik yaitu sebesar 81%. Dengan demikian, perempuan Nias di Desa Sirombu mampu meneduhkan diri dengan meregulasi berbagai perasaan yang timbul akibat pengalaman traumatis melalui berbagi perasaan dan masalah baik secara spiritual maupun social. Memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang dikehendaki dan tidak terseret dalam pusaran ketidakberdayaan, serta memiliki kemampuan untuk melihat peluang yang lebih baik di masa depan. Hasil: ada peningkatan resiliensi yang dialami perempuan sebelum dan sesudah diberikan IGD sebesar 20%.

This study focuses on resilience among the Indonesian women of Nias in dealing with earthquake and tsunami disasters. The purpose of this study is to raise awareness among the women of Nias upon the “resilience” in women's lives. We conducted an action research. Data is collected using focus group discussion (FGD) with 20 subjects (n= 20) along with survey methods using questionnaires (n-50). This action research uses interactional group discussion (IGD) as its intervention methods with 8 subjects (n= 8). The survey results, using 50 subjects (n= 50) demonstrate that the women of Nias have sufficient levels of resilience as much as 81%. This implies that the women of Nias in the Sirombu village are capable of calming themselves down and regulating their feelings emerge due to traumatic experiences by sharing their feelings and problems in spiritual and social ways, possess the capabilities to determine one’s own fate and to not be carried away in the midst of helplessness, as well as the capability to identify future opportunities. Result : addition resilience raising awareness’s much 20%, after and post Intercational Group Discussion intervention.

Kata Kunci : Resiliensi,Action research,Tsunami dan gempa bumi,Resilience, Action Research, Earthquake and Tsunami


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.