Laporkan Masalah

Peran partisipasi kegiatan di alam masa anak pendidikan dan jenis kelamin sebagai moderasi terhadap perilaku ramah lingkungan

CHANDRA, Fransisca, Prof. Dr. Thomas Dicky Hastjarjo

2009 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Masalah lingkungan telah menjadi isu penting yang sering diperbincangkan pada tahun-tahun terakhir. Permasalahan lingkungan muncul akibat dari sikap dan perilaku terhadap linkungan yang salah. Perilaku terhadap lingkungan terbentuk dari persepsi dan nilai-nilai yang terbentuk sejak lama. Pengetahuan terhadap lingkungan dapat diperoleh dari pendidikan formal di sekolah maupun secara informal di luar sekolah. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui peran partisipasi kegiatan di alam masa anak-anak, pendidikan dengan moderasi jenis kelamin pada perilaku ramah lingkungan masa dewasa, dengan menggunakan pendekatan jejak masa hidup. Penelitian dilakukan terhadap masyarakat desa Sambak, Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang yang pada tahun 2007 mendapat predikat desa berwawasan lingkungan tingkat nasional. Subjek penelitian sebanyak 93 orang yang berasal dari 10 dusun yang terdapat di desa Sambak. Metode pengumpulan data menggunakan skala partisipasi kegiatan di alam masa anak-anak dan skala perilaku ramah lingkungan dengan menggunakan metode analisis regresi. Data yang diperoleh sebagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan variabel partisipasi kegiatan di alam dan pendidikan dengan moderasi jenis kelamin terhadap perubahan perilaku ramah lingkungan ditemukan sebesar 13,6%. Hasil penelitian juga menemukan bahwa terdapat interaksi jenis kelamin dan partisipasi kegiatan serta interaksi jenis kelamin dan pendidikan sebagai variabel yang mampu menjelaskan varians perilaku ramah lingkungan.

Environmental problems, which have become important issues and been widely discussed in recent years, emerged as the result of incorrect attitude and behavior toward environment. Pro environmental behaviors have been shaped by perceptions and values over long period of time, and environmental knowledge has been acquired formally through the schools and informally from outside the schools. This study has been designed to measure the role of childhood’s nature experiences and education in establishing pro environmental behavior, with gender as moderating variable. The study was conducted in the community of Sambak village, located at the Sub District of Kajoran, County of Magelang, which won the national award on environmentally visionary village in 2007. The subject of the study consisted of 93 persons from 10 hamlets in Sambak village. The childhood’s nature experiences scale, and the environmentally friendly scale, together with multiple regression method were employed in the data gathering and analysis. The result indicated that childhood’s nature experiences and education significantly influence in establishing pro environmental behavior. Study also discloses that there are interactions between gender in childhood’s nature experiences and in education as variables which explain the variance in environmentally pro environmental behaviors.

Kata Kunci : Perilaku ramah linkungan,Partisipasi kegiatan di alam masa anak,anak,Tinkat pendidikan,Jenis kelamin, pro environmentally behaviors, childhood’s nature experiences, education and gender


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.