Postfurchase dissonance ditinjau dari kecenderungan sebagai inovator, kemampuan sebagai opinion leaders dan tingkat kreativitas
GINTING, Eka Danta Jaya, IJK Sito Meiyanto, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk meneliti postpurchase dissonance dengan Kecenderungan sebagai Inovator, Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tingkat Kreativitas sebagai prediktor yang dilakukan pada sejumlah konsumen produk-produk elektronik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tiga skala dan satu alat tes, yaitu Skala Postpurchase Dissonance, Skala Kecenderungan Sebagai Inovator, Skala Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tes Kreativitas Figural Subtes 3: Circle. Subyek penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk elektronik dengan kriteria: (1). Membeli tidak lebih dari rentang waktu sebulan saat dikenai penelitian dan (2). Mengalami keraguan setelah membeli produk tersebut dengan jumlah N=120. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan analisis Regresi Berganda. Berdasarkan hipotesis mayor disimpulkan bahwa Kecenderungan sebagai Inovator, Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tingkat Kreativitas dapat dijadikan prediktor untuk memprediksi timbulnya postpurchase dissonance, dengan nilai Fhitung = 4.800 dengan p = 0.003 (p<0.05) dan nilai R=0.110, dan adjusted R Square=0.087. Sebagai tambahan, Hipotesa Minor menunjukkan bahwa Kecenderungan sebagai Inovator dapat dijadikan predik tor untuk memprediksi munculnya postpurchase dissonance, (r=-0.227; p<0.05) dan hal sebaliknya terjadi pada dua prediktor lainnya yaitu Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tingkat Kreativitas (r = - 0.228; p > 0.05 untuk kemampuan sebagai Opinion Leaders serta r = -0.072; p > 0.05 untuk Tingkat Kreativitas).
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti postpurchase dissonance dengan Kecenderungan sebagai Inovator, Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tingkat Kreativitas sebagai prediktor yang dilakukan pada sejumlah konsumen produk-produk elektronik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tiga skala dan satu alat tes, yaitu Skala Postpurchase Dissonance, Skala Kecenderungan Sebagai Inovator, Skala Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tes Kreativitas Figural Subtes 3: Circle. Subyek penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk elektronik dengan kriteria: (1). Membeli tidak lebih dari rentang waktu sebulan saat dikenai penelitian dan (2). Mengalami keraguan setelah membeli produk tersebut dengan jumlah N=120. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan analisis Regresi Berganda. Berdasarkan hipotesis mayor disimpulkan bahwa Kecenderungan sebagai Inovator, Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tingkat Kreativitas dapat dijadikan prediktor untuk memprediksi timbulnya postpurchase dissonance, dengan nilai Fhitung = 4.800 dengan p = 0.003 (p<0.05) dan nilai R=0.110, dan adjusted R Square=0.087. Sebagai tambahan, Hipotesa Minor menunjukkan bahwa Kecenderungan sebagai Inovator dapat dijadikan predik tor untuk memprediksi munculnya postpurchase dissonance, (r=-0.227; p<0.05) dan hal sebaliknya terjadi pada dua prediktor lainnya yaitu Kemampuan sebagai Opinion Leaders dan Tingkat Kreativitas (r = - 0.228; p > 0.05 untuk kemampuan sebagai Opinion Leaders serta r = -0.072; p > 0.05 untuk Tingkat Kreativitas).
Kata Kunci : Postpurchase Dissonance,Kecenderungansebagai invetor,Kemampuan sebagai Opinion Leaders,Tingkat Kreativitas,Konsumen, Postpurchase Dissonance, Intention as an Innovator, Intention as an Opinion Leader, Level of Creativity, Consumer