Laporkan Masalah

Mokshartham Jagadhita :: Studi etnografis tentang well-being pada warga Ashram Gandhi etnis Bali

BATUADJI, Kristianto, Subandi, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Tujuan penelitian ini adalah menemukan gambaran mengenai konsep wellbeing dalam perspektif warga Ashram Gandhi etnis Bali, sekaligus mengungkap proses pencapaian kondisi well-being tersebut. Akulturasi nilai- nilai budaya Bali dan tradisi Ashram Gandhi juga diungkap dalam penelitian ini. Proses akulturasi tersebut meliputi akulturasi ritual, akulturasi sistem nilai, dan ekumenisme. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan didukung oleh pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian ini adalah warga Gedong Gandhi Ashram dan warga Ashram Gandhi Puri, semuanya dengan latar belakang etnis Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bali memiliki konsep indigeneous tentang well-being yang disebut mokshartham jagadhita. Konsep ini mengacu pada pengertian kesejahteraan lahiriah dan kebahagiaan batiniah. Mokshartham jagadhita terdiri dari komponen sukha tanpa wali dukha (kebahagiaan non-dual), shaanti (kedamaian), dan harmoni. Kondisi ini dapat dicapai melalui proses pemenuhan kebutuhan fisik, sosial, dan psikospiritual yang mentransformasi kualitas kepribadian individu menuju kondisi ideal yang disebut sthita-pradnya. Individu dengan kualitas kepribadian sthita-pradnya adalah individu yang mampu mencapai kondisi well-being. Proses pemaknaan sangat berperan dalam pencapaian kond isi ini. Terdapat empat ranah yang dilibatkan dalam proses pemaknaan ini, yaitu ranah kognitif, afektif, behavioral, dan bawah sadar. Penelitian ini juga menemukan konsep indigenous tentang tahapan perkembangan yang disebut catur ashrama dan konsep indigenous tentang tugas perkembangan yang disebut catur purushartha.

The purpose of this research is to investigate the concept of well-being among the Balinese Gandhian and the processes needed to reach such condition. This research also investigates the acculturation between Balinese culture and Gandhian Ashram tradition. The acculturation processes in the Balinese Gandhian Ashrams include ecumenism, the acculturation of rituals, and of value system. This is an ethnographic study combined by the phenomenological approach. The participants are the Balinese Gandhian from the Gedong Gandhi Ashram and the Ashram Gandhi Puri. This research found that mokshartham jagadhita is a Balinese indigenous concept of well-being. This concept refers to the physical and psycho-spiritual well-being. It consists of: sukha tanpa wali dukha (non-dual happiness), shaanti (peace), and harmony. This condition can be reached by the fulfillment of the physical, social, and psycho-spiritual needs, which transforms the personality into the ideal state of sthita-pradnya. The search for meaning is also engaged during the attainment of this state. The aforementioned process involves the cognitive, affective, behavioral, and the unconsciousness aspects. This research also reveals the indigenous concept of developmental stages known by the Balinese as catur ashramas, and the indigenous concept of developmental tasks known as catur purusharthas.

Kata Kunci : Ashram Gandhi, Well,being, Akulturasi, Tahap,tahap perkembangan, Psikologi budaya, Bali, Gandhian Ashram, well-being, acculturation, developmental stages, cultural psychology, indigeneous psychology, Balinese


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.