Analisis pengelolaan obat di instalasi farmasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso Pontianak tahun 2005-2007
JUSTICIA, Adhisty Kharisma, Prof. Dr. Marchaban, DESS, Apt
2009 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiRumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso merupakan Rumah Sakit Rujukan Tertinggi (Top Referal Hospital) di Provinsi Kalimantan Barat. Dari hasil observasi awal, ada masalah pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Dokter Soedarso : pemilihan jenis obat yang kurang tepat, ketidaksesuaian item obat perencanaan dengan pemakaian, masih adanya obat rusak/kadaluwarsa dan waktu tunggu pelayanan resep yang lama. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif dengan menganalisis data yang diperoleh secara retrospektif dan prospektif yang diambil dari tahun 2005, 2006 dan 2007. Data dianalisis menggunakan indikator pengelolaan obat kemudian hasilnya dibandingkan dalam 3 tahun terakhir dengan standar yang ada dan penelitian yang pernah dilakukan di rumah sakit yang lain, serta dukungan hasil wawancara untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap selection, pemilihan obat belum menunjukkan efisiensi pada indikator kesesuaian obat dengan DOEN. Pada tahap procurement : pada perencanaan menunjukkan hasil yang efisien pada alokasi dana. Indikator perencanaan lain : perbandingan jumlah item obat yang dipakai dengan item obat yang direncanakan belum efisien, pada pengadaan frekuensi pengadaan item obat pada kenyataan lebih rendah dibanding dengan metode EOQ, masih adanya kesalahan faktur, masih tertundanya pembayaran faktur. Pada tahap distribution : penyimpanan menunjukkan kecocokan antara obat dengan kartu stok, TOR yang semakin meningkat tiap tahunnya, sistem penataan gudang sesuai FIFO, tetapi persentase obat kadaluwarsa cukup tinggi; pada pendistribusian menunjukkan waktu pelayanan yang lama, persentase obat yang diserahkan belum 100,00%, namun persentase obat yang dilabel dengan benar 100,00%. Pada tahap use, jumlah item obat per lembar resep masih cukup banyak yaitu 4,2-5,0 item, persentase peresepan obat dengan nama generik 63,05%-65,68%, persentase penggunaan analgetika 17,30%, persentase penggunaan injeksi 52,23%, dan persentase penggunaan antibiotika 23,37%.
Dokter soedarso hospital is a top refferal hospital in West Kalimantan. From observation early, there was problems of drugs management in its pharmacy department : the improper selection of drugs, the imbalance of drug planning and consumption, damage/ expired drugs, and the waiting time of pharmacy service. The study was done by using descriptive analysis method. Prospective and retrospective data of the year 2005, 2006, 2007 have been chosen to be analyzed. The data was analyzed using drug management indicators, and then the results of the annual data were compared, based on the existing standards and researches done in other hospitals, as well as interviews further analysis. The result shows that in the selection phase the drugs are not in conformity to the DOEN. In the procurement phase; the planning indicates sufficient fund allocation. Other indicator : the amount of drugs used and its planning has not shown desirable result, the procurement frequencies of drugs is still lower than that required in EOQ method, there are still inaccuracy of factur drug deliverance, as well as invoice payments delayed. In the distribution phase, the storage indicates conformity of the drugs and the stock card, increasing annual TOR, conformity of storage setting to FIFO system, despite the fact that there is high percentage of expired drugs, the distribution indicates the long waiting time of pharmacy service, drugs being delivered has not complete yet, all the prescription drugs have been labeled correctly. In the use phase, the amount of drug in each prescription is still high (4,2 - 5,0 item), the prescription of generic drugs is 63,05% - 65,68%, the prescription of analgesic category is 17,30%, the use of injection dosage form is 52,23%, and the use of antibiotic is 23, 37%.
Kata Kunci : Pengelolaan obat,Indikator,Efisien dan efektif,Instalasi farmasi, drug management, indicator, pharmacy department