Laporkan Masalah

Analisis perencanaan agregat untuk mencapai tingkat produksi obat antiinfluenza bentuk sediaan sirup dan tablet yang efektif dan efisien di PT R Jakarta

CHANDRA, Richie Agusta Iwan, Prof. Dr. Sri Sulihtyowati Soebagyo, Apt

2009 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Penelitian ini bertujuan menentukan alternatif perencanaan agregat dan memilih salah satunya yang efektif dan efisien untuk mencapai tingkat produksi sirup dan tablet obat antiinfluenza di PT “R” yang optimal. Pada penelitian ini, terlebih dahulu dibuat ramalan permintaan sirup dan tablet obat antiinfluenza periode Desember 2008 hingga November 2009 berdasarkan data penjualan Desember 2005 hingga November 2008. Selain ramalan permintaan, dalam perencanaan agregat membutuhkan data kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan. Untuk mengetahui kapasitas perusahaan maka dilakukan time study untuk mendapatkan waktu standar kerja kegiatan pada pengemasan sekunder sirup dan tablet obat antiinfluenza. Kemudian kombinasi perencanaan agregat untuk sirup dan tablet obat antiinfluenza dapat ditentukan. Selama ini PT “R” dalam pengemasan sekunder sirup obat antiinfluenza menggunakan 10 tenaga kerja tetap dan persediaan, sedangkan untuk tablet sebanyak 8 tenaga kerja, dan persediaan. Berdasarkan ramalan permintaan Desember 2008 hingga November 2009 dan kapasitas perusahaan, strategi tersebut menghasilkan total biaya relevan untuk sirup obat antiinfluenza sebesar Rp 459.196.033,00, sedangkan untuk tablet sebesar Rp 1.115.166.555,00. Berdasarkan hasil penelitian, dari tujuh perencanaan agregat diusulkan kepada PT “R” agar untuk pengemasan sirup obat antiinfluenza menggunakan tenaga kerja tetap 10 orang, tenaga kerja kontrak selama satu tahun 12 orang, dan persediaan, dengan biaya Rp 149.776.718,00. Untuk pengemasan tablet obat antiinfluenza disarankan menggunakan tenaga kerja tetap 8 orang, jam kerja lembur, tenaga kerja kontrak 10 orang selama satu tahun, dan persediaan dengan biaya Rp 97.045.978,00. Strategi ini dipilih karena sesuai dengan kebijakan perusahaan dan dapat lebih menekan biaya produksi obat tersebut.

The purposes of this research were determine aggregate planning alternative and elected the most effective and efficient one obtaining an optimal production level of syrup and tablet antiinfluenza. Demand forecast of syrup and tablet for period December 2008 until November 2009 was conducted based on selling data from December 2005 until November 2008. In addition, aggregate planning needed production capacity data. Time study was conducted to estimate company capacity to obtaining activities time standard worker for syrup and tablet packaging, so then the combination of aggregate planning can be determined. So far company “R” involved 10 workers and inventories for secondary packaging, while for tablet and syrup packaging the company involved 10 workers and inventories. Based on demand forecast for December 2008 until November 2009 and company capacity, this strategy needs total costs Rp 459.196.033,00 and Rp 1.115.166.555,00 for syrup packaging and tablet packaging respectively. From the seven aggregate planning it was suggested to the company, for syrup packaging to involve 10 workers, 12 contract workers for one year, and inventory this strategy needs total costs Rp 149.776.718,00. For tablet packaging it was suggested to involve 8 workers, overtime, 10 contract worker for one year and inventories this strategy needs total costs Rp 97.045.978,00. The elected strategy was appropriate with the company policy, and can be decrease production cost of the medicine.

Kata Kunci : Peramalan,Kapasitas produksi,Parencanaan agregat, forecasting, production capacity, aggregate plan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.