Laporkan Masalah

Kajian drug related problems yang berpengaruh terhadap ketidakberhasilan pengobatan TB di Kalimantan Tengah

NIKA, Cory, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt

2009 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Latar Belakang : Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronis yang dapat menular sehingga memerlukan pengobatan lama dan teratur. Kejadian DRPs pada pasien TB yang menggunakan obat anti tuberkulosis sering terjadi sehingga menyebabkan pasien mengalami ketidakberhasilan dalam pengobatan. Tujuan : Penelitian mengenai Kajian Drug Related Problems(DRPs) yang berpengaruh terhadap ketidakberhasilan pengobatan TB di Kalimantan Tengah di lakukan untuk mengetahui DRPs pada penderita TB yang tidak berhasil dalam pengobatan. Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian yang bersifat non eksperimental yang berbentuk deskriptif dengan metode pengumpulan data secara retrospektif. Data pasien secara umum diambil dari laporan triwulan dan catatan medis dari tiap puskesmas dari bulan Januari 2004-Desember 2007. Data yang diperoleh dianalisa dan dilakukan kajian DRPs kemudian dihitung persentasenya. Hasil dan Simpulan : Jumlah Pasien TB yang gagal 39 orang dan pasien TB yang Drop out (DO) 225 orang. Jenis DRPs yang terjadi pada pasien TB yang tidak berhasil dalam pengobatan adalah Adverse drug reaction (reaksi efek samping ) dan pasien gagal menerima obat. Reaksi efek samping pada pasien TB yang gagal sebesar 38,5 % dan pada pasien TB yang DO sebesar 39,6%. Efek samping yang dirasakan adalah mual muntah, mual muntah lemas, gatal-gatal kemerahan, nyeri sendi, hepatitis, ikteri dan sakit kepala. Pasien TB yang gagal menerima obat disebabkan karena tidak teratur minum obat sebesar 58,97% pada pasien TB yang gagal dan 10,2 % pada pasien TB yang DO , pasien merasa sudah enak tidak mau berobat lagi hanya dialami oleh pasien TB yang DO sebesar 33,3% , obat sempat habis karena terlambat mengambil obat disebabkan jarak dan transportasi sebesar 2,6% pada pasien TB yang gagal dan 11,6% pada pasien TB yang DO, pasien tidak datang lagi karena dari daerah lain hanya dialami oleh pasien TB yang DO sebesar 4%, pasien tidak mengambil obat karena alamat tidak diketahui hanya terjadi pada pasien DO sebesar 1,3%.

Latar Belakang : Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronis yang dapat menular sehingga memerlukan pengobatan lama dan teratur. Kejadian DRPs pada pasien TB yang menggunakan obat anti tuberkulosis sering terjadi sehingga menyebabkan pasien mengalami ketidakberhasilan dalam pengobatan. Tujuan : Penelitian mengenai Kajian Drug Related Problems(DRPs) yang berpengaruh terhadap ketidakberhasilan pengobatan TB di Kalimantan Tengah di lakukan untuk mengetahui DRPs pada penderita TB yang tidak berhasil dalam pengobatan. Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian yang bersifat non eksperimental yang berbentuk deskriptif dengan metode pengumpulan data secara retrospektif. Data pasien secara umum diambil dari laporan triwulan dan catatan medis dari tiap puskesmas dari bulan Januari 2004-Desember 2007. Data yang diperoleh dianalisa dan dilakukan kajian DRPs kemudian dihitung persentasenya. Hasil dan Simpulan : Jumlah Pasien TB yang gagal 39 orang dan pasien TB yang Drop out (DO) 225 orang. Jenis DRPs yang terjadi pada pasien TB yang tidak berhasil dalam pengobatan adalah Adverse drug reaction (reaksi efek samping ) dan pasien gagal menerima obat. Reaksi efek samping pada pasien TB yang gagal sebesar 38,5 % dan pada pasien TB yang DO sebesar 39,6%. Efek samping yang dirasakan adalah mual muntah, mual muntah lemas, gatal-gatal kemerahan, nyeri sendi, hepatitis, ikteri dan sakit kepala. Pasien TB yang gagal menerima obat disebabkan karena tidak teratur minum obat sebesar 58,97% pada pasien TB yang gagal dan 10,2 % pada pasien TB yang DO , pasien merasa sudah enak tidak mau berobat lagi hanya dialami oleh pasien TB yang DO sebesar 33,3% , obat sempat habis karena terlambat mengambil obat disebabkan jarak dan transportasi sebesar 2,6% pada pasien TB yang gagal dan 11,6% pada pasien TB yang DO, pasien tidak datang lagi karena dari daerah lain hanya dialami oleh pasien TB yang DO sebesar 4%, pasien tidak mengambil obat karena alamat tidak diketahui hanya terjadi pada pasien DO sebesar 1,3%.

Kata Kunci : TB,Drop Out,Gagal,Drug related problems, tuberculosis, drop out, failure in medication, drug related problems


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.