Penjualan obyek hak tanggungan atas kekuasaan sendiri oleh pemegang hak tanggungan pertama melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Makassar
HAMZAH, Mohammad Syadril, Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian mengenai “Penjualan Obyek Hak Tanggungan Atas Kekuasaan Sendiri Oleh Pemegang Hak Tanggungan Pertama Melalui Perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Makassar†adalah penelitian yang bersifat yuridis empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa penjualan Obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri oleh pemegang Hak Tanggungan pertama melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Makassar mengalami hambatan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pemenang lelang selaku pembeli lelang untuk mengosongkan Obyek Hak Tanggungan. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber pertama dengan menggunakan alat pengumpul data berupa wawancara dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka melalui studi dokumen. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan hasil penelitian yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penjualan Obyek Hak Tanggungan Atas Kekuasaan Sendiri Oleh Pemegang Hak Tanggungan Pertama Melalui Perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Makassar mengalami hambatan disebabkan adanya perlawanan pihak ketiga/derden verzet, Surat Keterangan Tanah belum ada dan tidak ada peserta lelang. Upaya yang dapat dilakukan pemenang lelang lelang selaku pembeli lelang untuk mengosongkan Obyek Hak Tanggungan adalah mengajukan permohonan fiat eksekusi pengosongan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat berdasarkan Pasal 200 ayat (11) HIR, Pasal 218 ayat (2) R.Bg.
This was a juridical-empirical study aiming at studying why object selling of guarantee upon self authority by the first guarantee holder through the mediation of State Property and Auction Service Office of Makassar experienced obstacles and efforts that could be done by the auction winner as the auction buyer to empty the object of guarantee. Data used in this study were primary data, that is, data that were obtained from the first source by using data gathering tool in form of interview and secondary data taken from literature review through document study. The gathered data were analyzed qualitatively and made in form of report of study result made descriptively. The result showed that the object selling of guarantee upon self authority by the first guarantee holder through the mediation of State Property and Auction Service Office of Makassar experienced obstacles was due to the third party's encounter, no land notification certificate, and no auction members. The efforts that could be done by the auction winner as the auction buyer to empty the object of guarantee was by proposing fiat proposal of court or charging debtor of auction to perform the emptying.
Kata Kunci : Lelang eksekusi,Hak tanggungan,Pengosongan, execution auction, guarantee, emptying