Kedudukan profesi notaris dalam memberikan jasa hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat kurang mampu dalam praktek pada kondisi krisis ekonomi di Kota Makassar
GUNTORO, Ary, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH., MH
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan : (1) surat keterangan tidak mampu dari kantor kelurahan dapat menjadi alasan seorang klien untuk mendapatkan pelayanan jasa hukum secara cuma-cuma dari seorang Notaris; (2) jenis-jenis jasa hukum yang diberikan Notaris secara cuma-cuma pada klien yang tergolong masyarakat kurang mampu. Penelitian ini bersifat yuridis empiris, karena dilakukan dengan cara penelitian lapangan untuk memperoleh data primer dan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Data yang diperole h baik data primer maupun data sekunder diolah secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode non random sampling artinya tidak semua populasi diberi kesempatan untuk menjadi sampel, tekhnik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikemukakan bahwa (1) surat keterangan tidak mampu dari kantor kelurahan dapat menjadi alasan seorang klien untuk mendapatkan pelayanan jasa hukum secara cuma-cuma dari seorang Notaris bukan menjadi alasan utama, karena jasa hukum yang diberikan secara cuma-cuma oleh Notaris di pengaruhi oleh faktor kemanusiaan, faktor keterusterangan klien terhadap Notaris dan faktor keyakinan Notaris terhadap klien.(2) jenis jasa hukum yang diberikan secara cuma-cuma oleh seorang Notaris dibagi menjadi 2 (dua) yaitu untuk kepentingan masyarakat kurang mampu dan untuk individu dari masyarakat kurang mampu, meliputi jasa hukum pembuatan akta yayasan panti asuhan, legalisasi, pengesahan foto kopi sesuai aslinya dan penyuluhan/konsultasi hukum di bidang kenotariatan.
The research aims at finding whether a low- income statement approved by the village administrative office (kelurahan) is a valid ground for obtaining pro bono legal services provided by notaries as well as identifying types of pro bono legal services provided by notaries to clients belonging to underpriveleged society. The research is juridical and empirical in nature as it is carried out through desk and field researches in order to collect primary and secondary data, respectively. Data are then analyzed qualitatively and presented in a descriptive manner. The research employs a non-random sampling method in which not every individual member of the population has a probability of being selected as part of the sample. Samples used in this research are taken using the purposive sampling method. The research results conclude that a low-income statement approved by the kelurahan is not a sole valid ground for obtaining pro bono legal services provided by notaries. Instead, the provision of pro bono legal services by notaries is affected by human factors such as frankness of the relationship between notary and client, and notary’s confidence in client. The research results also find two types of pro bono legal services provided by notaries, i.e. legal services for underpriveleged society and those for individual member of underpriveleged society realized in the form of making deeds for social foundations, legalization, certifying copies based on the original documents, and dissemination of notarial information as well as legal consultation.
Kata Kunci : Notaris,Jasa hukum,Secara cuma,cuma,Notary,Service Punish,Free