Eksplorasi teknologi informasi dalam penyelenggaraan tugas dan kewenangan notaris dalam pembuatan akta terkait dengan aspek hukum pembuktian
RAMADHANI, Bintari Dyah, Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LL.M
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek aplikasi teknologi informasi dalam penyelenggaraan tugas dan kewenangan notaris dalam pembuatan akta. Pengkajian ini lebih lanjut akan dikorelasikan dengan aspek hukum pembuktian. Penelitian ini bersifat yuridis normatif, yang mana mengambil sejumlah literatur untuk mendapatkan data sekunder dengan studi dokumentasi. Survei lapangan juga dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui interview. Data kemudian dianalisis secara kualitatif. Aplikasi teknologi informasi dalam penyelenggaraan tugas dan kewenangan notaris dalam pembuatan akta mempunyai prospek yang baik. Lahirnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Transaksi dan Informasi Elektronik memberikan legitimasi terhadap aktivitas notaris yang relatif baru ini. Poduk akta notaris berbasis teknologi informasi memiliki kekuatan pembuktian yang sah apabila dilakukan dengan sistem elektronik yang operasionalisasinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun kendala yang dihadapi dalam pembuatan akta notaris berbasis elektronis antara lain berkenaan dengan pemenuhan syarat otentisitas akta, tingkat akseptasi masyarakat terhadap teknologi informasi, dan belum adanya lembaga yang memiliki otorisasi terkait dengan tanda tangan elektronik di Indonesia. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembuatan akta merupakan suatu terobosan yang dapat membuka cakrawala baru kinerja profesi notaris. Meski demikian, masih diperlukan berbagai penyempurnaan baik yang bersifat normatif maupun teknis termasuk pembentukan perangkat kelembagaan terkait.
This research aims to identifying the prospect of information technology application on notary’s duty and authority implementation on acte production. The studies have been correlated with legal evidence aspect. By yuridis normative characteristic method, the numerous literatures were collected as secondary data for documentation study. Field survey was also done to collect primary data through interview. The data were analyzed qualitatively. Information technology application on notary’s duty and authority implementation has good prospect. The genesis of act number 40th 2007 about Limited Corporation and act number 11st 2008 about Electronic Information and Transaction are the actual legitimation concerning notary activity relatively. Information technology based notary acte product basically has legal power of evidence if conducted by the electronic system on which the operationalizing appropriates to prevails regulation. Some constraints on production are in terms of fulfillment of acte authenticity, societies level acceptation concerning information technology, and there is no institution which has authorization related with electronic signature in Indonesia yet. The exploitation of information technology on production acte builds a penetration leading to the new professional notary firmament. Nevertheless, all sorts of perfecting is still needed, either normatively or technically, includes establishment of related institutional equipment.
Kata Kunci : Eksplorasi,Teknologi informasi,Akta notaris,Pembuktian, Exploration, Information Technology, Notary Acte, Evidence