Itikad baik pada kesepakatan dalam transaksi terapeutik
WULANDARI, Sri, Taufiq El Rahman, S.H., M.H
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini berjudul "Itikad Baik Pada Kesepakatan Dalam Transaksi Terapeutik", yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi itikad baik pada kesepakatan dalam transaksi terapeutik dan implikasi yuridis apabila kesepakatan dalam transaksi terapeutik tidak didasari oleh itikad baik serta kemungkinan peran notaris dalam pembuatan transaksi terapeutik. Penelitian ini bersifat yuridis normatif. Yuridis karena penelitian ini melakukan pendekatan terhadap masalah dengan cara mempelajari asas-asas hukum, doktrin hukum dan ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan penelitian. Normatif karena menitik beratkan pada studi dokumen berupa teori dan bahan kepustakaan lainnya, dan untuk melengkapi data sekunder dilakukan penelitian lapangan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa itikad baik pada tahapan prakontraktual diartikan dengan kejujuran. Arrest H.R tanggal 15 November 1957 menetapkan kewajiban untuk memeriksa dan memberitahukan. Berdasarkan doktrin dan yurisprudensi yang dianalisis penulis, diperoleh ukuran untuk adanya itikad baik pada kesepakatan dalam transaksi terapeutik adalah pemberian informasi mengenai upaya medik beserta resiko yang akan timbul sebelum dilakukan upaya medik oleh dokter. Apabila kesepakatan tidak didasarkan itikad baik dapat menyebabkan terjadinya penyalahgunaan keadaan dan perjanjian dapat dibatalkan. Peranan notaris dalam pembuatan transaksi terapeutik sangat dimungkinkan. Tugas notaris adalah membuat akta autentik. Kehendak para pihak yang telah menjadi kesepakatan bersama dapat dituangkan ke dalam akta autentik. Akta autentik memberikan pembuktian yang sempurna bagi para pihak, sehingga memberikan kepastian hukum terutama terhadap tindakan kedokteran yang mengandung resiko tinggi.
This research entitle "Good Faith in Theraupetic Transaction" that have purpose to investigating the implementation of good faith in theraupetic transaction and the juridical implication if the theraupetic transaction not being based on good faith and also the possibility of notary involvement in the making of theraupetic transaction. This is a juridical normative research. It is juridical as the research approaches the problems by studying the legal principles, doctrines, and requirements. And normative as the research highlights on the document studies, including theories and other library sources. To complement the secondary data, field research is conducted subsequently. Based on the analysis, the good faith on pre-contractual stage is perceived as honesty. Arrest H.R dated 15 November 1957 stipulates an obligation to perform checking and announcement. Based on the analysed doctrines and jurisprudence, the measurement of the good faith in theraupetic transaction lies on the information supply of medical measures along with its potential risks before the execution of medical practices by the doctor. If the theraupetic transaction not being based on good faith, it is possible to abuse the circumstance and to terminate the transaction. Notary, in the case of theraupetic transaction, is possibly being asked for involvement. The role of the notary is creating an authentic deed. The mutually-agreed requests of related parties are written into such authentic deed. An authentic deed acts as impeccable evidence to the related parties, providing legal protection particularly to the medical measures that is high-risk. Keyword:
Kata Kunci : Itikad baik,Kesepakatan,Transaksi terapeutik,good faith, in theraupetic transaction