Laporkan Masalah

Bank garansi sebagai jaminan dalam perjanjian pemborongan jalan pada Bank Kalbar di Kota Pontianak

KURNIASARI, Diana, Ninik Darmini, S.H., M.H

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bank garansi dalam menjamin proyek pemborongan jalan pada Bank Kalbar di Kota Pontianak dan Hambatan apa saja yang ditemui dalam pelaksanaan bank garansi dan bagaimana cara mengatasinya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer data yang diperoleh melalui wawancara dari responden dan nara sumber. Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum yang bersifat primer dan sekunder. Keseluruhan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian jaminan bank garansi dalam menjamin proyek pembangunan jalan pada Bank Kalbar Pontianak ada 3 (tiga) jenis jaminan yaitu jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka. Dalam pelaksanaannya, jaminan penawaran dan jaminan uang muka telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Akan tetapi pada jaminan pelaksanaan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan pada jaminan pelaksanaan tersebut telah menimbulkan wanprestasi yaitu terlambat menyelesaikan proyek dan memenuhi prestasi tetapi tidak sesuai atau keliru dalam proyek pembangunan jalan BTN Semboja kota Pontianak oleh pihak CV. KS . Pihak pemberi kerja yang dirugikan atas wanprestasi yang dilakukan oleh CV. KS mengajukan klaim kepada pihak Bank Kalbar selaku penjamin CV. KS. Pihak Bank Kalbar telah melaksanakan kewajibannya dengan membayar klaim yang diajukan oleh pihak pemberi proyek. Sebagai pihak yang dijamin CV. KS wajib membayar kepada Bank Kalbar yang telah menyelesaikan klaim tersebut. Mengenai hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan bank garansi pada proyek pembangunan jalan BTN Semboja adalah terlambat menyelesaikan proyek karena kerusakan mesin traktor akibat kelalaian yang tidak memelihara kondisi mesin traktor dan memenuhi prestasi tetapi tidak sesuai atau keliru seperti cacat mutu yang ditemui dalam mengerjakan proyek tidak sesuai dengan kualitas bahan material yang telah digunakan oleh pihak CV. KS. Para pihak menyelesaikan masalah ini dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh para pihak serta melaksanakan hak dan kewajibannya baik di dalam perjanjian bank garansi antara pihak Bank Kalbar dan CV. KS maupun perjanjian kerja antara pihak pemberi proyek dengan CV. KS.

This study aims to observe the implementation of bank guarantee in securing road construction project at Kalbar Bank of Pontianak. It also intends to uncover the obstruction it faces and the way to settle it. The research applies juridical-empirical approach using primary and secondary data. Primary data are obtained through interviews with respondents and experts and secondary data are collected through library research to compile primary and secondary legal support. All data are analyzed using qualitative analysis. The result shows that three types of bank guarantee are commonly used to support road construction projects in Kalbar Bank of Pontianak i.e. tender bond, performance bond and advance payment bond. The implementation of tender bond and advance payment bond has complied with the current regulation. The performance bond, however, is the other way around. The project done by CV KS causes breach of contracts in form of project delay, on time completion but the end result fails to meet the requirement, or mistakes happen during the road construction project of BTN SEMBOJA at the city of Pontianak. The project giver suffering from financial loss made by CV KS has submitted a claim to the Bank as CV KS guarantor. Kalbar Bank settles the issue by paying up the claim. CV KS, then, obliges to pay the reimbursement to the bank. The obstruction of bank guarantee implementation in BTN SEMBOJA road construction project is the delay caused by tractors engine damage due to lack of maintenance and on time completion but fails to meet the requirement in form of poor quality of the project resulting from the use of unqualified materials. Both sides resolve the issue based on the agreement they agreed upon initially and fulfill their rights and obligations based on the said agreement between Kalbar Bank and CV KS and the agreement between the project giver and CV KS.

Kata Kunci : Bank Garansi, Jaminan, Perjanjian Pemborongan, Bank Guarantee, Guarantee, Project Agreement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.