Laporkan Masalah

Perlindungan hukum bagi kreditur dan debitur akibat tidak terjualnya obyek hak tanggungan secara lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)

PUTRI, Fibria Tiwi Ari, Ninik Darmini, S.H., M.H

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian mengenai perlindungan hukum bagi kreditur dan debitur akibat tidak terjualnya obyek hak tanggungan secara lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tidak terjualnya obyek hak tanggungan secara lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang dan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap kreditur dan debitur akibat tidak terjualnya obyek hak tanggungan dalam lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan yuridis normatif, yaitu meneliti asas-asas hukum, kaidah-kaidah hukum, dan sistematika hukum dengan cara meneliti bahan pustaka untuk memperoleh data sekunder. Untuk menunjang dan melengkapi data sekunder, maka dilakukan pula penelitian lapangan guna memperoleh data primer secara langsung dari subjek penelitian. Data primer diperoleh dari nara sumber diperiksa kembali kemudian diklasifikasi menurut bidangnya masing-masing yang selanjutnya dicatat secara sistematis dan konsisten. Data tersebut dianalisis dan ditafsirkan secara langsung, sistematis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi debitur akibat tidak terjualnya Obyek Hak Tanggungan dalam Lelang antara lain dengan dicantumkannya harga limit dalam pengumuman pada lelang eksekusi, selain itu juga dapat diperoleh yaitu dengan diberikan kesempatan untuk dilakukan lelang ulang, yang dapat dilakukan 60 (enam puluh) hari setelah lelang pertama dilaksanakan. Perlindungan hukum bagi kreditur akibat tidak terjualnya Obyek Hak Tanggungan dalam Lelang antara lain dengan cara memberi kesempatan kepada Bank yang dalam hal ini sebagai kreditur untuk membeli obyek hak tanggungan dalam lelang, untuk selanjutnya dijual kembali kepada pembeli akhir. Sedangkan perlindungan hukum yang bersifat represif, yaitu dengan diberikannya kesempatan dilaksanakan lelang ulang.

The research on legal protection for creditors and debtors arising from unsold objects of mortgage right by auction in the State Assets and Auction Service Office Semarang aims at determining the influencing factors to the objects of mortgage right to become unsold by auction in the State Assets and Auction Service Office (KPKNL) Semarang and finding out the legal protection for creditors and debtors arising from unsold objects of mortgage right by auction in the State Assets And Auction Service Office (KPKNL). This research employs normative juridical approach, namely examining the legal principles, rules, and system by observing literatures to obtain secondary data. To support and complement the secondary data, a field research is carried out in order to obtain primary data directly from the research subject. Such primary data obtained from resource persons are rechecked and classified according to their respective fields and then to be recorded systematically and consistently. The data are analyzed and interpreted in a direct and systematic manner using qualitative methods. The research finds out that the causing factors of the objects of mortgage right to become unsold by auction in the State Assets and Auction Service Office Semarang are as follows: not-marketable object location, legal issues against the object of mortgage right, higher price limit, low purchasing power, the existence of less ethical perspective should one buys goods through the auction. Legal protection for creditors and debtors arising from unsold objects of mortgage right by auction shall be in the form of, for the debtors, preventive and repressive protection, and for creditors, repressive protection.

Kata Kunci : perlindungan hukum, hak tanggungan, lelang, KPKNL, Legal protection, mortgage right, auction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.