Laporkan Masalah

Keberadaan sawah bergadai di Desa Cemagi setelah berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) :: Studi kasus di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung

ANGGRAENI, Ni Kadek Sri Indra, Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah keberadaan, perbedaan pandangan tentang status hukum dari Sawah-Sawah Bergadai di Desa Cemagi setelah berlakunya UUPA. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat yuridis empiris. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan narasumber dan data sekunder diperoleh dengan cara menelusuri bahan-bahan hukum yang bersifat primer dan sekunder. Keseluruhan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1). Kebaradaan Sawah Bergadai setelah berlakunya UUPA telah diatur dalam lembaga Konversi UUPA serta peraturan pelaksana lainnya tentang pengkonversian tanah-tanah adat. 2)Status hukum dari tanah Sawah Bergadai yang pada saat ini sedang dimohonkan penegasan haknya pada Kantor Pertanahan Kabupaten Badung adalah Hak Milik, karena perolehan Sawah Bergadai pada jaman Kerajaan Badung adalah Jual Beli Lepas yang didasarkan pada hukum adat dan penguasaannya sampai dengan dibelakukannya UUPA adalah tanah bekas milik adat yang dikuasai oleh perorangan. 3) Terjadinya perbedaan pandangan tentang keberadaan Sawah Bergadai disebabkan karena kurang adanya pemahaman secara mendalam tentang penerapan aturan pada suatu kasus dari suatu permohonan konversi yang memiliki beragam latar belakang tentang penguasaannya sebelum berlakunya UUPA.

This research is aimed to know the history of the existence, difference of viewpoints on the legal status of Mortgaged Ricefields at Cemagi Village after the enforcement of BAL. This research is of empirical judicial nature. Data used in this research is primary data and secondary data. Primary data has been obtained through interviews with resource persons and secondary data has been obtained by examining the legal primary and secondary material. The entire data obtained has then been analyzed quantitatively. Pursuant to the research result it may concluded that: 1). The Existence of Mortgaged Ricefields after the enforcement of BAL has been regulated in the BAL Conversion institution as well as other implementing regulations on conversion of customary land. 2) The legal status of land of Mortgaged Ricefields for which currently their affirmation of their titles are requested with the Land Office of Badung Regency is Freehold title, because the acquisition of Mortgaged Ricefields in the era of the Kingdom of Badung is a Free Sale and Purchase based on the customary law controlled by individuals. 3) The occurrence of the difference of viewpoints on the existence of Mortgaged Ricefields is caused by the lack of an in-depth understanding regarding the application of the rules in a case of an application for conversion having various backgrounds regarding their control before the enforcement of BAL.

Kata Kunci : Sawah bergadai,Cemagi,UUPA,Mortgaged Ricefields, Cemagi and BAL


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.