Perbandingan upaya penyelesaian kredit bermasalah pada bank pemerintah dan bank swasta di Makassar
FACHRYSYAM, Andi, Prof. Dr. Siti Ismijati Jenie, S.H., C.N
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian tentang perbandingan upaya penyelesaian kredit bermasalah pada bank pemerintah dan bank swasta di Makassar merupakan penelitian bersifat sosiologis yuridis, sebab dengan penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran dari berbagai masalah yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan upaya penyelesaian kredit bermasalah pada bank pemerintah dan bank swasta di Makassar dengan subjek penelitian adalah Bank Mandiri Makassar, Bank Negara Indonesia 1946 Mattoangin, Bank Tabungan Negara Makassar, Bank Panin Makassar, Bank Bukopin Makassar dan Bank Internasional Indonesia Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyelesaian kredit bermasalah pada bank swasta yang ada di Makassar penanganannya jauh lebih baik dibanding dengan bank pemerintah, yang mana tidak dapat dipungkiri bahwa juga terdapat banyak persamaan dalam upaya penyelesaiannya. Juga dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor utama penyebab terjadinya kredit bermasalah disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal bank sendiri dan faktor internal debitor penerima kredit. Faktor internal disebabkan kurangnya pengawasan dari pihak bank setelah menyalurkan kredit, sedangkan faktor internal debitor penerima kredit disebabkan oleh debitor dalam penggunaan kredit menyimpang dari tujuan pemberian kredit. Penyelesaian kredit bermasalah pada bank pemerintah dan bank swasta di Makassar dilakukan dengan dua cara, yaitu penyelesaian oleh pihak bank sendiri dengan cara membentuk tim Satuan Tugas Khusus untuk mengurus kredit bermasalah dan melakukan restrukturisasi kredit secara selektif terhadap debitor yang masih memiliki prospek usaha yang baik. Apabila pihak debitor tidak mampu juga membayar kewajiban atas kreditnya, maka dilakukan penyelesaian cara kedua, yaitu dengan menyerahkan pengurusan piutang kredit bermasalah kepada KP2LN untuk bank pemerintah dan kepada pengadilan untuk bank swasta.
The research comparing the efforts made by state banks with those made by private banks in Makassar in the settlement of non-performing loans is juridical and sociological in nature as it seeks to obtain a picture of the investigated issue. The research aims at identifying comparisons of efforts made by state banks and private banks in Makassar in the settlement of nonperforming loans. The research subjects are as follows: Bank Mandiri Makassar, Bank Negara Indonesia 1946 Mattoangin, Bank Tabungan Negara Makassar, Bank Panin Makassar, Bank Bukopin Makassar, and Bank Internasional Indonesia Makassar. The results of the research show that private banks in Makassar deal with settlement of non-performing loans better than state banks do. However, similiarities in the settlement efforts can also be drawn. The research results indicate the leading causes of non-performing loans comprise internal factors in the bank itself and internal factors in the debtor. The former arises from a lack of supervision by the bank after the granting of loans while the later results from misappropriation of the loans. The settlement of non-performing loans in state banks and private banks in Makassar is carried out through two actions. First, the internal settlement through the formation of a Special Task Force (Satuan Tugas Khusus) to deal with non-performing loans as well as to restructure credit provisions in a selective manner for debtors with a good business prospect. In the event that debtors fail to pay the debt, the second action will be taken in which the settlement of non-performing loans is entrusted to the State Assets and Auction Service Office (KPKNL) for state banks and a law court for private banks.
Kata Kunci : Perbandingan,Kredit bermasalah,Bank Pemerintah,Bank Swasta