Pergeseran penguasaan tanah Buway dari kerabat menjadi perorangan pada masyarakat adat Lampung
DEVIANA, Darmini Mawardi, S.H., M.S
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terjadinya pergeseran penguasaan tanah buway dari kerabat menjadi perorangan pada masyarakat adat Lampung, untuk mengetahui peran punyimbang/kepala adat dalam hal pemberian penguasaan tanah buway baik untuk anggota kerabat atau orang lain dan untuk mengetahui peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/PPAT Camat dalam kaitannya dengan penguasaan tanah buway. Penelitian ini bersifat Yuridis Empiris, penelitian lapangan yang didukung dengan penelitian kepustakaan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Melinting dan Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung dengan mengambil Responden secara Purposif Sampling yaitu responden yang terdiri dari warga masyarakat yang pernah mengolah tanah buway sebanyak 20 (duapuluh) orang dan narasumber yang terdiri dari 4 orang Punyimbang Adat dan 2 orang Camat. Data primer diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses terjadinya pergeseran penguasaan tanah buway dari kerabat menjadi perorangan pada masyarakat adat Lampung dapat terjadi dengan pemberian tanah menyanak, jual-beli, jual gadai tukar-menukar dan hibah. Punyimbang adat dalam hal pemberian penguasaan tanah buway baik untuk anggota kerabat atau orang lain, berperan dalam memberikan izin dapat atau tidak berpindahnya penguasaan tanah buway, memberikan keputusan sah tidaknya perbuatan pemindah tanganan tanah buway, menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan tanah buway yang terjadi di Lingkungan adatnya, sedangkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/PPAT Camat dalam jual-beli tanah buway berperan dalam membuat akta jual-beli yang dapat digunakan sebagai alat bukti otentik.
The research aims at identifying the process of buway land ownership shift from relatives to individuals in Lampung adat society, identifying the role of the punyimbang or the head of the adat council in term of issuing buway land ownership either for the relatives or ibr the others, as well as identifying the role of Land Deed Officers (PPAT) or Sub District Heads dealing with buway land ownership. The research, which was conducted by field study accompanied by library study. belongs to empiric juridical. The research was conducted in Melinting and Labuhan Maringgai Sub District Lampung Timur District Lampung Province by selecting the respondents purposively in purposive sampling method which consist of 20 people who have cultivated buway land and key informants which consist of 4 people Punyimbang Adat (institutional holder of adat land) and 2 Sub District Heads. The primary data were obtained through interview technique, whereas secondary data were obtained through library study and were analyzed qualitatively. The research results show that the process of buway land ownership shift from relatives to individuals in Lampung adat society takes place by giving menyanak land, selling and purchasing, pawning, exchanging, and granting. Punyimbang Adat who grants buway land ownership either for the relatives or individulas, has the role of giving permission on the possibility or non possibility of buway land ownership transfer, deciding legal or illegal upon buway land transfer, solving any problems dealing with buway land occurred in his adat society, whereas Land Deed Officers or Sub District Head in the transaction of sell and purchase of buway land take the role of issuing sell and purchase certificate that can be used as an authentic proof.
Kata Kunci : Pergeseran,Penguasaan tanah,Kerabat,Perorangan,shift, land ownership, relatives, individuals