Klausula baku dalam perjanjian sewa beli kendaraan bermotor roda dua pada PT. Sinar Galesong Pratama di Makassar
KONDAR, Desy Cecilia, Taifiq El Rahman, S.H., M.H
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini mengenai “Klausula Baku dalam Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Bermotor Roda Dua pada PT. Sinar Galesong Pratama di Makassar†bertujuan untuk mengetahui yang melatarbelakangi munculnya klausula baku dalam perjanjian sewa beli kendaraan bermotor roda dua pada PT. Sinar Galesong Pratama Makassar dan untuk mengetahui akibat bagi kreditur (penjual sewa) jika debitur (pembeli sewa) melakukan wanprestasi. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang berupa keterangan langsung dari penjual dan pembeli sewa yang berhubungan dengan perjanjian sewa beli pada PT. Sinar Galesong Pratama Makassar, dengan menggunakan alat pengumpul data berupa wawancara serta data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan hukum baik bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan hasil penelitian yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian sewa beli merupakan suatu lembaga yang lahir dari asas kebebasan berkontrak. Akibat hukum bila debitur (pembeli sewa) wanprestasi adalah motor dalam kekuasaannya ditarik kembali. Dalam hal ini, motor sebagai jaminan tersebut, hanya merupakan jaminan umum. Oleh karena itu, kedudukan PT. Sinar Galesong Pratama, tanpa adanya jaminan fidusia, hanya sebagai kreditur konkuren, dan apabila terjadi wanprestasi, maka PT. Sinar Galesong Pratama Makassar sebagai penjual sewa (kreditur) tidak sepenuhnya terlindungi.
This study is about “Standard Clause On Two-Wheel Engine Used Vehicle Of Rent-Buy Engagement In Sinar Galesong Pratama Inc., Makassarâ€, objected to recognize backgrounds concerning the emerge of standard clause on two-wheel engine used vehicle of rent-buy engagement in Sinar Galesong Pratama Inc., Makassar and to find out consequence for creditor (rent-seller) if debtor (rent-buyer) make default and act contrast to law. This study used primary data, that is information obtained directly from rent-seller and rent-buyer concerning to rent-buy engagement in Sinar Galesong Pratama Inc., Makassar, using interview implementation as instrument collecting data as well as secondary data, that is obtained from law materials including primary, secondary, and tertiary law materials. Collected data is qualitatively analyzed and arranged to a descriptively result study report. Result shows that rent-buy engagement is an institute comes from the principle freedom of contract. Law consequence if debtor (rent-buyer) make wanprestasi is drawn on his authority motor. Disadvantages suffered by creditor (rent-seller) if debtor make wanprestasi or act contrast to law are heaping of consumer’s motor drawn which are difficult to resell or if they are sold, price bid is so low due to motor generally drew from rentbuyer has its shape and tools mostly had been modified or replaced or out of order. Furthermore if transfer of authority happened silently, and that who would receive transfer is unknown, then rent-seller would take high cost to draw relevant motor once again.
Kata Kunci : Perjanjian sewa beli,rent-buy engagement