Laporkan Masalah

Pelaksanaan ijarah pada baitul maal wat tamwil di Makassar

YANTI H.S., Herna, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui Bagaimana implementasi bisnis tazldyah pada Baitul Maal Wat Tamwil di Makassar. Dan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip petjanjian Islam pada pelaksanaan ijarah pada Baitul Maal Wat Tamwil di Makassar. Penelitian ini bersifat yuridis empiris, yaitu penelitian hukum yang diawali dengan penelitian pustaka dan kernudian dilanjutkan dengan penelitian lapangan. Data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder diolah secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode non random sampling artinya tidak semua populasi diberi kesempatan untuk menjadi sampel, tekhnik pengambilan sarnpel menggunakan metode purposive sampling. Hasi1 penelitian rnenunjukkan bahwa : (1) Penerapan prinsip tazkiyah sangat sulit karena adanya pinjaman dari bank konvensional karena bunga yang ringan/rendah walaupun pihak Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) melakukan mengambil kredit tersebut untuk memenubi kebutuhan anggotanya yang membutuhkan dana usahanya. (2) Penerapan pelaksaaan prinsip perjanjian hukum islam pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Kota Makassar tidak sepenubnya terlaksana oleh karena Baitul Maal Wat Tamwill (BMT) selaku pihak yang mengeluarkan atau memberikan pembiayaan kepada anggotanya atau mustajimya ingin lebih dilindungi hak-haknya sebingga pihak anggota atau mustajir yang membutuhkan dana tersebut hanya mengikuti semua syarat-syarat dan ketentuanketentuan yang dikeluarkan oleh BMT. Salah satu prinsip perjanjian hukum Islam yaitu kebebasan berkontrak (Al-Hurriyah) tidak berjalan sesuai dengan yang harus dilaksanakan. Kata Kunci : ljarah, BMT.

The present research aims to identify the implementation of tazkiyah business at the Baitul Maal Wat Tamwil in Makassar; and to identify the implementation of Islam-based contract principles in applied ijarah at the Baitul Maal Wat Tamwil in Makassar. This was a juridical empirical research, namely legal research that is initiated by literature reviews and followed by field studies. Both primary and secondary data, were qualitatively processed and then descriptively presented. This research used non random sampling method meaning that not all populations were not provided with opportunity to be recruited as samples. Purposive sampling method was used in this research. Results showed that: (1) tazkiyah principles were difficult to implement because the available loan with lower interest that conventional banks offered although the Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) took the loan to fulfill its member need for business capital; (2) the implementation of Islam-based contract applied principles at the Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) in Makassar Municipality was not fully conducted since the Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) as the party issuing or providing loan for its members or mustajirs more prioritized to protect its own rights. Therefore, the members or mustajirs calling for loan simply fulfilled with all terms and conditions that BMT issued. One of Islam-based contract principles i.e. freedom in contract Al-Hurriyah) was not implemented as required. Keywords: Jjarah, BMT.

Kata Kunci : Ijarah,BMT

  1. S2-PAS-2009-HernaYantiH_S-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2009-HernaYantiH_S-Blibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2009-HernaYantiH_S-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2009-HernaYantiH_S-Title.pdf