Analisis yuridis jaminan kredit pada Koperasi Simpan Pinjam Balo Toraja di Kabupaten Tana Toraja
KANDAURE, Josefina, Taifiq El Rahman, S.H., M.H
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui jaminan kredit pada koperasi simpan pinjam Balo’ Toraja, bagaimana kedudukan hukum jaminan kredit dan untuk mengetahui kendala penyelesaian masalah jaminan kredit yang bukan sertipikat tanah pada koperasi simpan pinjam Balo’ Toraja. Penelitian ini bersifat yuridis empiris, yaitu penelitian hukum yang menekankan pada penelitian lapangan, dan untuk menunjang penelitian lapangan dilakukan penelitian pustaka. Penelitian ini menggunakan metode non probability sampling yaitu tidak memberikan kesempatan yang sama kepada indiviidu dalam populasi untuk dipilih menjadi sampel, dengan cara purposive sampling yaitu dengan mencapai tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kedudukan hukum jaminan kredit pada koperasi simpan pinjam Balo’ Toraja belum mempunyai kekuatan hukum yang kuat oleh karena untuk jaminan benda bergerak pengikatannya tidak dibuat secara akta notarill yaitu dengan akta fidusia sehingga tidak dapat didaftarkan pada Kantor Fidusia untuk memperoleh sertipikat fidusia. Sedangkan untuk jaminan benda tidak bergerak khususnya sertipikat hak atas tanah yang dijaminkan pada koperasi pengikatannya tidak dibuat dengan akta PPAT yaitu dengan Akta Pembebanan Hak Tanggungan sehingga tidak dapat didaftarkan pada Kantor Pertanahan untuk memperoleh sertipikat hak tanggungan. (2) Dengan tidak dapat didaftarkannya kedua jaminan tersebut maka secara yuridis hubungan antara anggota sebagai penerima kredit dan koperasi sebagai pemberi kredit hanya berlaku jaminan umum. (3) Penyelesaian masalah jaminan kredit yang bukan sertipikat tanah pada koperasi simpan pinjam Balo’ Toraja apabila terjadi wanprestasi dapat dilakukan dengan cara kekeluargaan, dan apabila masalah atau sengketa tersebut tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, maka bentuk penyelesaiannya adalah melalui mediasi atau pengadilan.
The present research aimed to identify loan collaterals at the Koperasi Simpan Pinjam Balo’ Toraja (Balo’ Toraja Loan-Saving Cooperatives), how the legal status of loan collateral, and the obstacles in settlement on non-land-certificate loan collaterals at the Koperasi Simpan Pinjam Balo’ Toraja. This was a juridical empirical research, namely legal research emphasizing field studies which was supported by literature reviews. This research utilized non probability sampling method, namely no equal opportunity was provided to individuals in the population to be selected as sample through purposive sampling method (namely with given purposes). Results indicated that (1) the loan collateral at the Koperasi Simpan Pinjam Balo' Toraja had not possessed strong legal status since no notarial deed, i.e. fiducia deed was made for binding the collateral on fixed assets; hence, they were not able to be registered at the Kantor Fidusia (Office of Fiducia) for having Certificate of Fiducia. While no PPAT deed, i.e. the Akta Pembebanan Hak Tanggungan (Collateral Right Deed) was made for binding the collateral on non-fixed assets, particularly Land Certificates used as collaterals for the cooperatives; hence they were not able to be registered at the Kantor Pertanahan (Land Office) for having sertipikat hak tanggungan (Collateral Right Certificate); (2) With such unregistered collaterals, juridically the transaction between cooperatives’ members as loan beneficiaries and the cooperatives as creditor merely adopted general collaterals; (3) the settlement on loan collateral for non land certificate at the Koperasi Simpan Pinjam Balo’ Toraja in case of default was performed through negotiation, and when the problem or dispute was not successfully settled, then the settlement will be performed through mediation efforts or the court.
Kata Kunci : Jaminan kredit,Koperasi simpan pinjam Balo'Toraja, loan collateral, the Koperasi Simpan Pinjam Balo’ Toraja