Laporkan Masalah

Kedudukan dan tanggungjawab biro iklan selaku pembuat iklan dan perusahan pemesan iklan terhadap iklan yang melanggar ketentuan undang-undang

NOOR, Syarifuddin, Prof. Dr. Nindyo Pramono, S.H., M.S

2009 | Tesis | S2 Magister Hukum

Penelitian mengenai kedudukan dan tanggung jawab Biro Iklan selaku pembuat iklan ini merupakan penelitian yuridis normatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab sebuah Biro Iklan atas iklan yang melanggar ketentuan Undang-Undang, juga untuk mengetahui apakah iklan dapat disebut sebagai janji yang menimbulkan perikatan antara pelaku usaha dan konsumen. Penelitian untuk penulisan tesis ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan ditambah dengan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer. Untuk penelitian lapangan peneliti melakukan penelitian atas dokumen-dokumen hukum seperti perjanjian kerjasama periklanan, notulen rapat serta dan prosedur kerja antara Biro Iklan dan Perusahaan Pemesan Iklan. Wawancara secara terbuka dan diskusi dengan narasumber serta kunjungan langsung ke Biro Iklan dan PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia). Hasil penelitian menunjukan bahwa tanggung jawab terhadap iklan yang melanggar ketentuan Undang-Undang seharusnya bukan pada Biro Iklan tetapi pada Perusahaan Pemesan Iklan. Iklan adalah janji pelaku usaha kepada konsumen, janji mana akan menimbulkan perikatan bilamana konsumen melakukan dan/atau membeli produk yang ditawarkan dalam iklan. UUPK mendudukkan Pelaku Usaha Periklanan dengan tanggung jawab yang sangat besar dan kurang proporsional, khususnya yang terkait dengan Pasal 17 dan Pasal 20 UUPK.

The study conducted for this thesis is a judicial normative study. The objective is to study and analyze the responsibility of the advertising agency toward the advertisement, that the agency actually produced for and on behalf of the company, as its client, also to analyze whether an advertisement is an obligation, as it is in legal agreement, between manufacturer and consumer. This study also review how is the Law No 8 of 1999 concerning Consumer Protection regulated the role and responsibility of the Advertising Agency and the Manufacturer. Data for this thesis is gathered from library research supported by field study to obtain primary data. The field study was focused on analyzing legal documentations such as advertising agency agreement, contact report and working procedure/system adopted between the advertising agency and its client. An open interview and discussion was also conducted with the source of information i.e. senior advertising executives and executives of PPPI ( Indonesian Advertising Agency Association ) The study revealed that the responsibility toward the ad that against the law should not be on the Advertising Agency, but it should be on the Company (Client). Advertisement shall become an obligation from Manufacturer to the Consumer, if and when the consumer take action and/or buy the product. The Law No.8 of 1999 has over-burdened the Advertising Agency and the responsibility is not in proportion, especially in connection with Article 17 and 20.

Kata Kunci : Tanggungjawab biro iklan,Perjanjian,UUPK, Responsibility of advertising agency, Agreement, Consumer Protection Law


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.