Laporkan Masalah

Konstruksi simulakra pedagang :: Studi pasar produk sekunder di Pasar Bawah Pekanbaru

ANDREE, Prof. Dr. Tadjuddin Noer E

2009 | Tesis | S2 Sosiologi

Pasar Bawah, Pekanbaru, telah menjadi pasar produk kebutuhan sekunder impor sejak enam puluh tahun yang lalu. Pasar ini juga dikenal sebagai sentra barang ilegal dan harga-harga yang berlaku di pasar ini sangat murah. Seiring perkembangan zaman, kota Pekanbaru terus berkembang dan pasar-pasar modern, mal dan hipermarket mulai bertumbuhan. Kondisi ini membuat masyarakat bisa mendapatkan barang-barang modern dan impor dengan sangat mudah. Di samping itu, perbaikan pelaksanaan hukum yang terjadi juga telah membatasi masuknya barang-barang ilegal ke Pekanbaru. Kondisi ini seharusnya membuat Pasar Bawah kolaps. Namun kenyataannya pasar tradisional ini tetap bertahan. Penelitian ini bermaksud mengkaji kenapa pasar ini tetap dijadikan pilihan ranah transaksi produk-produk modern. Lebih jauh, penelitian ini juga bermaksud mengungkap upaya para pedagang dalam mempertahankan pasar ini di tengah berbagai tantangan. Untuk lebih memudahkan dalam mengungkap nilai, ide, dan perilaku para pedagang dan konsumen yang menjadi objek kajian, maka penelitian ini menggunakan metode grounded, dengan unit analisis kelompok, yakni komunitas pedagang dan pembeli. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data utama yang digunakan adalah pengamatan partisipatif dan wawancara. Selanjutnya, analisa data dilakukan dengan melakukan kategorisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang di Pasar Bawah telah terbagi menjadi dua kategori: (1) pedagang yang bisa mempertahankan keunikannya, dan (2) pedagang yang tidak mampu mempertahankan keunikannya. Selanjutnya, upaya rekonstruksi citra yang dilakukan, terutama mereka yang merasa keunikan dan keunggulan produknya sudah tidak dapat dipertahankan. Strategi ini menjadikan Pasar Bawah berupa sebentuk simulakra, di mana citra tidak lagi menjadi refleksi dasar atas realitas. Citra impor, ilegal dan murah yang berupaya dibangun kembali di Pasar Bawah sesungguhnya telah menyeleweng dari dasar realitas, bahkan secara partikular citraan telah menutupi ketiadaan dasar realitas. Strategi yang dilakukan dalam mewujudkan simulakra tersebut antara lain dengan melakukan: (1) pembiasan informasi seputar sumber barang, (2) levelisasi semu pada produk yang sejenis, (3) permainan aspek ruang dan waktu, serta (4) permainan model sliding price.

Pasar Bawah (The Downtown Market), Pekanbaru city, had been known as a secondary import products market since sixty years ago. This market is also well-known as the central of illegal products and the prices that occur in this market were very cheap. Along with the time, Pekanbaru had been developed, the modern markets, malls, and hypermarkets had been growing up here. This situation make people can be easily to get the modern and import products. At the same time, law enforcement had been improved, so it..s become harder to illegal product to entering Pekanbaru city. This condition properly will make Pasar Bawah falling out. But in fact, this traditional market still exists. This research aimed to traces, why the market still becomes the domain of modern products transactions. Moreover, this research also wants to reveal the merchants efforts to maintain this market facing the obstacles. To facilitate the effort in revealing values, ideas, and behaviors of the merchants and consumers whom become the research objects, so this research use grounded methodology, and put the group as the unit of analysis, i.e. merchant group and consumer group. In this research, the main method that used to collecting the data is participant observation and interview method. Meanwhile, data analysis does by using categorization mechanism. The result of this research shows that the merchants in Pasar Bawah had divided into two categories: (1) the merchants who still can maintain their (products) uniqueness, and (2) whom that can..t maintain their uniqueness. Then, they -particularly who can..t maintain their uniqueness- do some efforts to reconstruct the images. These strategies make Pasar Bawah become simulacra, where images not become the right reflection of reality anymore. The products images, i.e. import, illegal and cheap, that they want to reconstruct, in real, had been deviated from the reality, on top of that, particularly the artificial images had covered the reality -which not existing. The strategies that used to construct the simulacra, such as: (1) biasing information around the products sources, (2) making the pseudo-level over the same kind products, (3) Acting the time-space game, and (4) Playing tricks on the sliding price mechanism.

Kata Kunci : Pedagang, Pasar, Citra, Simulakra, Merchants, Market, Image, Simulacra


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.