Lokalisasi gerakan mahasiswa :: Studi tentang peranan KAMMI Daerah DIY dalam politik lokal di DIY 2006-2008
KUNCORO, Andri Tri, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
2009 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPenelitian ini membahas fenomena lokalisasi gerakan mahasiswa, secara khusus tentang peranan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah DIY dalam politik lokal di DIY tahun 2006-2008. Pertanyaan yang hendak dijawab antara lain isu lokal apa saja yang menjadi perhatian KAMMI Daerah (Kamda) DIY pada tahun 2006-2008 ? Peluang-peluang politik dan sumber daya apa saja yang dimiliki dan kemudian dimanfaatkan untuk menyikapi isu tersebut ? Bagaimana pola, strategi dan aksi gerakan yang dilakukan untuk memperjuangkan isu-isu tersebut serta apa sajakah hambatan-hambatan yang dihadapi? Tujuan utama penelitian ini adalah untuk melihat sejauhmana eksperimentasi lokalisasi gerakan yang dilakukan KAMMI Daerah DIY pada tahun 2006-2008 menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, dalam arti memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan demokrasi di DIY. Beberapa teori yang mengkerangkai penelitian ini adalah teori desentralisasi, teori gerakan sosial, teori mobilisasi sumber daya (resources mobilization theory) dan teori struktur peluang politik (political opportunity structure theory). Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan menerapkan purposive sampling, yang didukung dengan snowball sampling serta menggunakan data primer dan sekunder. Analisa dilakukan dengan menerapkan tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi Melalui penelitian ini terungkap bahwa isu yang diambil oleh Kamda DIY adalah isu keistimewaan DIY dan korupsi buku ajar di Sleman. Kedua isu tersebut diletakkan dalam wacana demokratisasi dan law inforcement. Adanya perbedaan dimensi isu, peluang politik dan sumber daya ya ng mereka miliki dalam dua isu yang berbeda tersebut menyebabkan strategi penyikapan ya ng mereka gunakan juga berbeda. Dari berbagai data dan analisa yang dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, strategi yang diterapkan Kamda DIY menyesuaikan dengan ketersediaaan peluang politik dan sumberdaya yang dimiliki. Kedua, aliansi yang dibangun juga disesuaikan dengan target dan tujuan yang hendak dicapai. Ketiga, problem konsolidasi antar gerakan pro demokrasi menjadi kendala terbentuknya aliansi yang berpengaruh. Keempat, budaya patriarki masih sangat mapan dan rendahnya dedikasi para penegak hukum mengakibatkan dorongan yang dilakukan tidak berbuah maksimal.
This research traces about the localization of student movement phenomenon, peculiarly about The Unity of Action Student Moslem Indonesia ( KAMMI), Branch of DIY, role in local politics in year 2006-2008. Among of the question that will be answered in this research is, which local issues any that KAMMI Branch (Kamda) DIY concern about, in the year 2006-2008 ? What political opportunities and resources that used to take a part in these issues ? How the movement pattern, and strategy had been done? And what the constraints they faced? The main goal of this research is to see how much the experimentation of KAMMI’s movement localization gaining it’s goals? It’ll be showing the efficacy’s marks, in case to give a significant contribution to the democracy’s development in DIY. Some theoretical frameworks that used in this research are: the theories of decentralization, social movement, resource mobilization and political opportunity structure. It’s also used qualitative-descriptive approach, by applying purposive sampling, but particularly it used snowball sampling, primary and secondary data too. These data was analyzed by applying three activities paths, that happened concurrently,viz, data reduction, data presentation, and conclusion/verification. This research is expressed that, the issues which Kamda DIY concerned about, are the idiosyncrasy of DIY and the corruption of text-book issue in Sleman. Both of the issue s putted down in discourse of democratization and law enforcement. The differencies of dimensions, political opportunities and resources that they have in both issues, cause the different strategy and demeanory. Various data analysis that had been done, bring to some conclusion. First, the strategy that applied by Kamda DIY were refering to their reliability on political opportunities and resources. Second, alliances that they have developed were also adapted with the targets and goals. Third, the consolidation problem among pro-democracy movements had become obstacle to forming effective alliance. Fourth, the patriarchy culture that still well established, and the low level of law enforcer’s dedication, make the pressure become less effective.
Kata Kunci : Peranan,Kamda DIY,Lokalisasi gerakan, Role, Kamda DIY and movement localization