Peran komunitas epistemik dalam kebijakan utang luar negeri Pemerintah Indonesia
PATRIA, Galuh Candra, Drs. Riza Noer Arfani, MA
2009 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas epistemik dalam kebijakan utang luar negeri pemerintah Indonesia. Dalam tesis ini akan dijelaskan latar belakang kebijakan utang luar negeri pemerintah Indonesia, substansi dan implementasi kebijakan utang luar negeri pemerintah Indonesia, gagasan keilmuan yang digunakan dalam kebijakan tersebut, serta bagaimana peran kelompok epistemik dalam mempengaruhi kebijakan utang luar negeri pemerintah Indonesia. Sebagai sebuah jaringan knowledge-based expert, sebuah komunitas epistemik memiliki keyakinan atas prinsip dan norma bersama, keyakinan atas relasi sebab-akibat, konsep validitas bersama, dan proyek kebijakan bersama. Dalam mempengaruhi pembentukan dan melakukan penjagaan rezim internasional dalam empat tahap proses kebijakan, yaitu melalui mekanisme policy innovation, policy diffusion (agent), policy selection, policy persistence. Dalam sejarah ekonomi politik Indonesia, Mafia Berkeley banyak disebut sebagai kelompok epistemik yang mendesain kebijakan ekonomi Indonesia sejak awal masa Orde Baru hingga saat ini. Kedudukan mereka dalam birokrasi dan memiliki otoritas dalam menentukan kebijakan utang luar negeri pemerintah membuat komunitas epistemik tersebut memiliki akses legitimasi untuk menentukan wacana serta memberikan hak istimewa untuk menentukan ide, gagasan, atau pengetahuan yang dianggap paling baik sebagai dasar kebijakan utang luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut membuat gagasan yang dibawa oleh komunitas epistemik ini mampu mendominasi kebijakan utang luar negeri pemerintah Indonesia meskipun ada gagasan alternatif yang lain.
This research has an objective to analyze the role of epistemic community in the foreign debt policy of Indonesian government. This thesis will explain the political and economic background of foreign debt policy, its principle and implementation, knowledge, and how this epistemic giving influence to the foreign debt policy of Indonesian government. As a knowledge-based expert network, an epistemic community has four characteristics. They are shared of normative belief, shared of causal belief, shared of validity concept, and policy project. An epistemic community influences the decision making process and keep the regime persistence in four stages i.e. policy innovation, policy diffusion (agent), policy selection, and policy persistence. In the history of Indonesian political economy, Mafia Berkeley has been mentioned as an epistemic community who design the Indonesian economic policy since the beginning of New Order. Their position as bureaucrat and having authority to determine the government foreign debt policy make this epistemic community has legitimate access to a discourse and make the idea that they brought as a “good argumentâ€. This condition makes them can dominate the foreign debt policy of Indonesian government although there are another alternatives of idea and knowledge.
Kata Kunci : Komunitas epistemik,Knowledge,based expert,Kebijakan utang luar negeri,Kekuasaan, Epistemic Community − Knowledge-based expert − Foreign Debt Policy − Power