Pelatihan kader posyandu dalam mendeteksi gizi buruk di Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak
ROSIDA, Toto Sudarso, SKM, M.Kes
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Masalah gizi buruk merupakan masalah yang sangat kompleks sehingga dalam pengelolaannya diperlukan kerjasama yang komprehensif dari semua pihak, bukan hanya dokter maupun tenaga medis, tetapi juga orangtua, keluarga, pemuka masyarakat, maupun pemimpin agama dan pemerintah. Posyandu yang berada di dalam komunitas yang melibatkan masyarakat dapat mengajak masyarakat secara sadar untuk memelihara kesehatan. Salah satu kegiatan posyandu adalah penimbangan balita rutin dilaksanakan, akan tetapi kasus gizi buruk belum pernah ditemukan melalui kegiatan tersebut. Data Penderita gizi buruk didapat melalui informasi dari rumah sakit tempat anak penderita gizi buruk tersebut mendapat perawatan. Oleh karena itu melalui pelatihan kader posyandu, diharapkan kader dapat memiliki kemampuan dalam mendeteksi gizi buruk sehingga dapat berperan aktif dalam upaya penanggulangan gizi buruk. Tujuan : Mengetahui pengaruh pelatihan kader posyandu dalam mendeteksi gizi buruk di Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian control group design. Penelitian dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 36 orang sebagai kelompok intervensi yang diberi pelatihan dengan metode ceramah dan modul. Kelompok lainnya 36 orang sebagai kelompok kontrol hanya diberi modul tentang gizi buruk. Subjek pada penelitian ini adalah kader posyandu yaitu yang tercatat sebagai kader aktif di Kecamatan Sungai Pinyuh, umur maksimal 45 tahun dan bersedia menjadi responden. Hasil : Karakteristik kelompok kontrol dan kelompok intervensi adalah sama, hasil pretest pengetahuan dan partisipasi menujukkan tidak ada perbedaan bermakana secara signifikan. Setelah dilakukan intervensi terdapat perbedaan bermakna secara sifnifikan (p > 0,05). Hasil observasi keterampilan kader rata-rata baik pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi Kesimpulan : Pelatihan kader posyandu melalui metode ceramah dan modul berpengaruh terhadap pengetahuan dan partisipasi kader posyandu dalam mendeteksi gizi buruk. Demikian juga halnya dengan keterampilan kader dapat dikatan pada dasarnya sudah baik
Background: Malnutrition is a complex problem of which its management requires comprehensive cooperation of all, including doctors, medical staff, parents, families, community and religious leaders as well as the government. Integrated service post can involve the community to willingly maintain health. One of activities of integrated service post is weighing underfives periodically; however malnutrition cases have never been identified through this activity. Information of malnourished children was obtained through hospitals where the children were hospitalized. Therefore through training for integrated service post cadres is expected that cadres obtain skills in the detection of malnutrition in order that they can take active role in the prevention of malnutrition. Objective: To find out the effect of training for integrated service post cadres to the detection of malnutrition at Subdistrict of Sungai Pinyuh, District of Pontianak. Method: The study was a quasi experiment with control group design which was divided into 2 groups, comprising intervention group of 36 people with training using lecture and module and control group of 36 people with module only. Subject of the study were cadres of integrated service post, registered as active cadres at Subdistrict of Sungai Pinyuh, of 45 years old at most and willing to become respondents. Result: Both control and intervention groups had the same characteristics. The result of pre-test on knowledge and participation showed there was no significant difference. After intervention there was significant difference (p>0.05). The result of observation on skills showed in average cadres of both control and intervention had good skills. Conclusion: Training for cadres of integrated service post through lecture and module affected knowledge and participation of integrated service post cadres in the detection of malnutrition and basically cadres had good skills.
Kata Kunci : Pelatihan,Kader posyandu,Gizi buruk,Metode ceramah,Modul,training, cadres of integrated service post, malnutrition, lecture method, module.