Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan air perpipaan melalui pendidikan kesehatan di Kabupaten Majene Propinsi Sulawesi Barat
GANING, Abdul, Dr. Doeljachman M, SKM, M. Kes
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Achmadi (2003), Secara keseluruhan baru 38% penduduk perkotaan yang menggunakan air ledeng. Cakupan Perusahaan Air Minum (PAM) baru mencapai 59,4% dan air non perpipaan 54,1% yang memenuhi syarat bakteriologis. Data profil kesehatan Kabupaten Majene (2002) menunjukkan bahwa cakupan rumah tangga yang menggunakan air bersih 74,57% terdiri dari; SGL 18,41%, Sumur Pompa Tangan Dangkal (SPT-DK) 1,08%, Sumur Pompa Tangan Dalam (SPT-DL) 0,19%, PMA 27,28%, PAH 0,11%, PP 7,28%. Kualitas fisik sarana air bersih yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 30 % dan 69,13 % tidak memenuhi syarat kesehatan. pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan air perpipaan melalui pendidikan kesehatan di Kelurahan Tande dan Kelurahan baru adalah salah satu pengkajian tehnik atau pola partisipasi agar masyarakat mampu melakukan pengelolaan air perpipiaan untuk kebutuhan seharihari. Metode. Penelitian ini menggunakan eksprimen semu dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design With Pre-test and Post-test. Subjek penelitian ini adalah 66 orang, 33 orang diberi pendidikan kesehatan metode diskusi kelompok menggunakan buku panduan dan 33 orang diberi pendidikan kesehatan metode ceramah menggunakan buku panduan. Uji statistik menggunakan t-test pada taraf signifikan p=0,05. Hasil. Analisis independent t-test responden tentang pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan air perpipaan melalui pendidikan kesehatan dengan metode diskusi kelompok + buku panduan (kelompok perlakuan) dan metode ceramah+buku panduan (kelompok kontrol); meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku awal masing-masing kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang bermakma t=-0,152 p=0,0880 (p<0,05). Sikap t=-0,363 p=0,783 (p<0,05),. dan perilaku t=-0,201 p=0,842 (p<0,05). Pos tes, pengetahuan sesaat setelah diberikan pendidikan kesehatan masing-masing kelompok terdapat perbedaan yang bermakna t=341 p=0,001 (p<0,05); sedangkan 1 bulan setelah selesai diberikan penddikan kesehatan masing-masing kelompok terdapat perbedaan yang bermakna; sikap t=0,231 p=0,001 (p<0,05).dan perilaku t=4.121 p=0,000 (p<0,05). Analisis paired t test, dari pre tes ke pos tes masing kelompok sama-sama efektif meningkatkan pengetahaun, sikap dan perilaku untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan air perpipan(p<0,05). Namun kelompok perlakuan lebih efektif dari pada kelompok kontrol memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan air perpipaan panduan. Kesimpulan. Pendidikan kesehatan pada masing-masing kelompok efekti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku, namun kelompok perlakuan lebih efektif dari pada kelompok kontrol.
Background: Only 38% of urban population use running water. The coverage of service of drinking water company so far only reaches 59.4% for running water and 54.1% for non running water that fulfills bacteriology requirements. Data of health profile of District of Majene 2002 indicate that the coverage of household using clean water is 74.57% consisting of excavated wells (18.41%), shallow hand water pump (1.08%), deep hand water pump (0.19%), spring water conservation (27.28%); rain water reservoir (0.11%), running water (7.28%). Physical quality of clean water facilities that fulfills health requirement is 30% and does not fulfill health requirement is 69.13%. Objective: To find out the difference of effectiveness in health education between group discussion method and guide book at Kelurahan Tande and lecture method and guide book at Kelurahan Baru, Subdistrict of Banggae, District of Majene to increase of knowledge, attitude and behavior of community empowerment to obtain clean water at home using clean water facilities. Method: The study was quasi experiment that used non equivalent control group design with pre test and post-test. Subject of the study consisted of 66 people comprising 33 people with health education using group discussion method with guidebook (experiment group) and 33 people with health education using lecture method and guidebook (control group). Statistical test used t-test at significance level p=0.05. Result: The result of preliminary analysis of knowledge, attitude and behavior of the two group showed no significant difference with t=0.152 and p=0.0880 (p<0.005%) for knowledge; t=-0.363 and p=0.783 (p<0.05) for attitude and t=-0201 and p=0.842 (p<0.005) for behavior. The result of paired t-test analysis showed that during pre test and post-test the two methods were equally effective in improving knowledge, attitude and behavior for community empowerment to obtain clean water at home using clean water facilities. Conclusion: Health education improved knowledge, attitude and behavior of both experiment and control group; however experiment group was more effective than control group in the management of running water.
Kata Kunci : Pendidikan kesehatan,Pemberdayaan masyarakat,Pengelolaan air perpipaan